Koleksi Istana Negara RI, dan
"๐๐๐๐๐๐๐๐, dalam ๐๐ฎ๐ค๐ข๐ฌ๐๐ง ๐๐๐ซ๐๐ญ๐ข๐ ๐๐ข๐ฌ๐ญ๐จ๐ซis ๐ค๐๐ซ๐ฒ๐ ๐๐๐ซ๐ซ๐ข ๐๐จ๐๐๐ฃ๐๐ซ๐ฐ๐๐ง๐ญ๐จ" (Koleksi Istana Negara RI, Jakarta )
Presiden ke-2 Indonesia, Soeharto, telah resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto pada 10 November 2025. Gelar ini diberikan atas jasa-jasanya yang menonjol sejak masa kemerdekaan. Antara lain :
- Peranannya dalam peristiwa Serangan Umum 1 Maret, 1949 di Jogja.
- Terkait dengan pembangunan jangka panjang yang menjadi fondasi bagi kemajuan bangsa. Salah satunya pembangunan pertanian, sehingga Indonesia berhasil mencapai swa sembada pangan, yang diakui dunia.
Tentunya masih banyak dan panjang deretan jasa-jasa beliau.
"Tapi kenapa cuma dua itu saja yang mas Herri sebutkan ??"
"Yaa .. karena kebetulan baru dua "peristiwa besar" itu yang kuangkat ke dalam lukisanku. Dan kebetulan pula.. kedua lukisan itu mendapat tempat yang terhormat .. satu di Istana Negara RI Jakarta.. satu lagi di Museumnya Presiden Soeharto (Museum Purna Bhakti Pertiwi).
*๐ฃ๐ฟ๐ผ๐๐ฒ๐ ๐ธ๐ฒ๐น๐ฎ๐ต๐ถ๐ฟ๐ฎ๐ป ๐น๐๐ธ๐ถ๐๐ฎ๐ป:*
"๐๐๐ญ๐ค๐จ๐ฅ ๐๐จ๐๐ก๐๐ซ๐ญ๐จ, ๐ฉ๐๐ซ๐ฌ๐ข๐๐ฉ๐๐ง ๐ ๐๐ซ๐ข๐ฅ๐ฒ๐ ๐ฆ๐๐ฅ๐๐ฆ ๐ฆ๐๐ง๐ฃ๐๐ฅ๐๐ง๐ ๐๐๐ซ๐๐ง๐ ๐๐ง ๐๐ฆ๐ฎ๐ฆ ๐ ๐๐๐ซ๐๐ญ ๐๐๐๐"*
Awal 1979- masa persiapan sanggar Pejeng, Bali untuk pameran di Jakarta. Dullah melukis Bung Karno dalam komposisi besar “Rapat Ikada”.
Pada masa itu presidennya Pak Harto, maka pihak Istana mengingatkan : "kalo ingin memamerkan lukisan Bung Karno, syaratnya harus dipajang juga lukisan besar tentang Pak Harto".
Karena sudah tak ada waktu lagi, Dullah bermaksud melimpahkan tugas besar dan berat tersebut kepada salah satu muridnya.
Dari semua muridnya (+/-40 orang, yg beberapa diantaranya sudah 9-10 th ikut Dullah) ...
Dari semua ide, sketsa disain/konsep yang masuk ,... Dullah memilih dan memutuskan : konsep/sketsa Herri adalah yang paling layak dan dia berhak menggarap lukisan tentang Pak Harto tersebut... begitulah..
Dan akhirnya... dalam Pameran Besar *"400 Lukisan Realistik"* Sanggar Pejeng di Jakarta 1979, lukisan ini menjadi satu-satunya yang dibeli dan dikoleksi oleh pihak Istana Negara. (Ukuran 2,5 x1,5 meter, kolosal , dengan komposisi 17 figur, Pak Harto sebagai center point ).
*Secara pribadi, itu menjadi satu catatan penting bagi Herri (umur 20 th). Sebagai murid termuda Dullah yang baru belajar 1 (satu ) tahun, lukisannya sudah terpajang di Istana Negara.
๐๐ถ๐๐ฎ๐ต ๐๐ถ๐ป๐ด๐ธ๐ฎ๐ ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐ฎ๐น๐ถ๐ธ ๐น๐๐ธ๐ถ๐๐ฎ๐ป
*"๐ฃ๐๐ ๐๐๐ฅ๐ง๐ข ๐๐ถ ๐๐ก๐๐ ๐๐๐ฆ๐"*
Latar belakang, Gagasan, Konsep
๐๐ถ๐๐ฎ๐ต ๐๐ถ๐ป๐ด๐ธ๐ฎ๐ ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐ฎ๐น๐ถ๐ธ ๐น๐๐ธ๐ถ๐๐ฎ๐ป
*"๐ฃ๐๐ ๐๐๐ฅ๐ง๐ข ๐๐ถ ๐๐ก๐๐ ๐๐๐ฆ๐"*
Latar belakang, Gagasan, Konsep
Terlepas dari pro kontra tentang Soeharto ... Paling tidak, ada satu prestasi menonjol yang menarik perhatian dan diakui dunia. Yang membuat negeri ini boleh dikatakan (waktu itu) gemah ripah loh jinawi.
Pangan tersedia melimpah dan tersebar merata ke seluruh pelosok. Tak ada kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok lainnya.
Itu dampak langsung keberhasilan program pembangunan pertanian dan revolusi ketahanan pangan.
Kesuksesan ini mengantarkan Pak Harto diundang berpidato di depan Konferensi ke-23 FAO (Food and Agriculture Organization /Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia), di Roma, Italia, 14 November 1985.
FAO memberikan penghargaan kepada Pak Harto (Indonesia), karena keberhasilannya dalam mencapai swa sembada pangan / beras.
Bahkan yang perlu dicatat, Indonesia pernah dijadikan contoh sukses (role model) bagi negara sedang berkembang lainnya di Dunia Ketiga, untuk mengentaskan masyarakat dari kelaparan dan kekurangan pangan.
( Dr Purbayu BudiSantosa, dosen IESP FE Undip.)
Pencapaian Indonesia ini menjadi tonggak sejarah penting yang menginspirasi Herri untuk mengangkat dan mengabadikannya kedalam sebuah lukisan naratif historis besar :
"PAK HARTO si ANAK DESA" (1996-97)
Koleksi Museum Purna Bhakti Pertiwi/Museum Presiden Soeharto.
Tahun 2015 Lukisan "Pak Harto si Anak Desa" ini dipilih jadi cover buku ilmiah dunia
๐๐๐๐๐๐๐ฅ๐๐ ๐๐๐ ๐ข๐๐ฅ๐๐๐ฌ ๐ถ๐ป ๐๐ก๐๐ข๐ก๐๐ฆ๐๐, ๐ธ๐ฎ๐ฟ๐๐ฎ ๐ฃ๐ฟ๐ผ๐ณ. ๐๐ฎ๐๐ถ๐ฑ ๐๐ผ๐๐ฟ๐ฐ๐ต๐ถ๐ฒ๐ฟ , ๐๐๐๐๐ฟ๐ฎ๐น๐ถ๐ฎ Yang merupakan buku serial "Politics In Asia" yang diterbitkan oleh penerbit legendaris Inggris: *"ROUTLEDGE"*
Mau tau Proses kreatif terciptanya lukisan "PAK HARTO si ANAK DESA" ??
silahkan telusuri ..klik di sini๐๐
https://herri-solo.blogspot.com/2014/12/pak-harto-si-anak-desa-gagasan-proses.html?m=1



























































