FOTO ALBUM: dengan para Tokoh, Seniman, Pelukis, Penulis, Pengamat .. di Museum, Gallery, Pameran dll

Berikut ini ada sedikit  foto-foto lama dan baru, sekedar untuk melengkapi dan mendampingi cerita lukisannya saja.


( Foto koleksi Museum Rudana )
Di dalam Ruang VIP Museum Rudana Bali, di depan lukisan Herri Soedjarwanto "Tatapan Cinta".. Keluarga Besar Rudana berfoto dg Gubernur Bali Bp. Mangku Pastika.





 
Herri.S,  dr Oei Hong Djin, Werner Krauss di Museum Dullah.




Werner Krauss (Jerman) , peneliti Raden Saleh dan penulis buku Raden Saleh: The Beginning of Modern Indonesian Painting , berfoto bersama Herri S di depan lukisan karya Herri S , di Museum Dullah, Solo.







Herri Soedjarwanto, dr. Oei Hong Djien, Werner Krauss (Jerman, peneliti dan penulis buku Raden Saleh ).. 
di Museum Dullah, Solo
Di depan pintu masuk gedung Museum Rudana. Dari kiri:  Warih Wisasatna, Putu Rudana, Bp & Ibu Rudana, Ibu & Bp Bambang ( Jakarta ), Herri Soedjarwanto, Bp Nyoman Muka.

Nyoman RudanaJonathan Hartley+Herri Soedjarwanto, dalam sebuah pameran lukisan di Four Season Jimbaran, Bali.
Batu Prasasti depan Gedung Museum Rudana, Bali. Bp Ibu RudanaPutu Rudana, Herri Soedjarwanto.


Srihadi Sudarsono sang Maestro + Herri Soedjarwanto dalam sebuah acara di Museum Rudana.
















Herri Soedjarwanto dengan Jean Couteau (Perancis), penulis buku seni rupa:
"Bali Inspires, Masterpieces of Indonesian Arts" (2011)
(halaman 281 memuat lukisan karya Herri Soedjarwanto)








Mikke Susanto penulis, kurator ... hunting data di Museum Dullah 

(foto: bali-intercontinental.com)
Herri demo melukis langsung pada Pembukaan Pameran

Rangkaian foto di bawah ini , diambil dari majalah Indonesia Tatler ( 2010 )
 yang meliput event "The Spirit of  Balinese Art " secara cukup lengkap.
Klik pada gambar2 di bawah untuk  membesarkan ,
melihat tokoh yang hadir, dan baca resensi Indonesia Tatler 

   
 Rangkaian foto diatas diambil dari majalah Indonesia Tatler ( 2010 )
Klik pada gambar2 diatas untuk  membesarkan ,
melihat  tokoh yang hadir, dan membaca resensi Indonesia Tatler.
(foto: bali-intercontinental.com)
Herri melukis langsung Tari Kecak sebagai  penutup rangkaian acara
"The Spirit of Balinese Art"di InterContinental Bali Resort Jimbaran..

Lukisan Herri : Gunung Bromo
( merupakan ikon JawaTimur ),
koleksi Gedung Negara Grahadi, Surabaya
Herri memasang karyanya:
Gunung Bromo 2,  di Ruang RI-1
Gedung Negara Grahadi  Surabaya.
(ruang Kepala Negara RI sejak
Presiden  Soekarno sampai SBY )



Herri dan Dullah



HerriSoedjarwanto mendampingi Dullah ketika wawancara dg media, pada saat Sanggar Pejeng berpameran di Jakarta.

Dullah melukis thema Gerilya, Herri Soedjarwanto diminta berpose menjadi modelnya.









Herri+ Istri ( Melina ) + baby pertama, sowan Bapak Dullah di Museum Dullah, Solo.













Pembukaan Pameran Lukisan
" Mengenang Pelukis Dullah"
 "Mengenang Pelukis Dullah"(2003), Galeri 678 Jakarta. *Herri Soedjarwanto mewakili seniman / para pelukis Sanggar Pejeng memberi sambutan dan laporan. Dilanjutkan Guruh Soekarno Putra dengan pidato pembukaan, sekaligus meresmikan Pameran Lukisan (*2lukisan yang nampak adalah Penari Bali karya Herri S dan Tafril Kali Campuan karya Dullah.)


Herri Soedjarwanto nonton TV bersama Affandi dan keluarga besarnya di Museum Affandi Jogjakarta.


Herri Soedjarwanto dan Jeihan Sukmantoro di Studio Jeihan, Bandung. Ngobrol sampai larut, terpaksa bermalam di studio. Esoknya, pagi-pagi sekali, diskusi santainya dilanjutkan lagi.


Herri Soedjarwanto dan Ibu Dewi Motik  bersama rombongan, berada di ruang galeri pribadi koleksi Bp. Sudwikatmono, Jakarta.








 
Herri Soedjarwanto menyiapkan lukisan karyanya di Galeri Pribadi Sudwikatmono Jakarta. 
Lukisan berjudul : "Pak Harto si Anak Desa" tersebut
di pesan oleh Sudwikatmono untuk Museum Purna Bhakti Pertiwi ( Museum Pak Harto) Jakarta.








DjokoPekik, Herri Soedjarwanto
Djoko Pekik+ Bonyong Muniardi
+ Herri Soedjarwanto.
 


 Oei Hong Djien, Nurata+Istri,
+Herri Soedjarwanto.

GM. Sudarta + Herri Soedjarwanto
 Pameran Lukisan Karya GM Sudarta 
di Balai Soedjatmoko 
( Bentara Budaya-nya Solo)













I Gusti Nengah Nurata, Herri
Soedjarwanto, Narsen Afatara
  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...