Lukisan Figur Tokoh : Dewa Kwan Kong

Lukisan Figur Tokoh Dewa Kwan Kong
Jenderal Kwan Kong diatas kuda tunggangnya, 
versi Herri Soedjarwanto 2015

Semasa kecil saya mengidolakan tokoh wayang Bima atau Werkudara karena kesaktiannya, jiwa ksatrianya dan sifatnya yang gagah, tegas, jujur, setia, apa adanya , tanpa tedeng aling-aling. Pada saat yang sama , para tetangga yang etnis China sering bercerita tentang tokoh Dewa Kwan Kong, yang postur tubuh dan karakternya ada kemiripan dengan Bima. Maka begitulah, sejak kecil saya memang sudah “mengenal dan mengidolakan”  tokoh Dewa Kwan Kong ini, selain Bima.

Guan Sheng Di Jun (Hokkian : Kwan Seng Tek Kun) atau yang lebih dikenal sebagai Guan Gong (Kwan Kong) adalah seorang Jenderal terkenal yang hidup pada Zaman Tiga Negara (Sam Kok 160 – 219 M).

Beliau lahir di He Dong (sekarang Jie Zhou), propinsi Shan Xi, dan bernama asli Guan Yu alias Guan Yin Zhang.. Sejak kecil dididik dalam bidang kesusastraan dan sejarah. Beliau sangat menggemari Kitab Sejarah Chunqiu (musim semi dan gugur) dan Zuozhuan (Kitab Sejarah karya Zuo Qiuming).

Tahun 184, Guan Yu melarikan diri dari kampung halaman-nya setelah membunuh Orang demi membela kaum yang lemah. Beliau menuju wilayah Zuo, kemudian berkenalan dengan Liu Bei dan Zhang Fei. Liu Bei adalah Anggota Keluarga Kaisar Kerajaan Han yang sedang merekrut Prajurit untuk membasmi pemberontakan sorban kuning. Karena memiliki cita-cita yang sama, maka mereka ber-tiga menjalin Persaudaraan yang dikenal dengan sebutan Tiga Pertalian Setia Taman Bunga Persik. Semenjak itu, mereka ber-tiga berkomitmen sehidup semati memperjuangkan cita-cita penegakan hukum demi membersihkan Kerajaan Han dari gerogotan korupsi dan pengkhianatan.

Namun kerajaan Han yang telah berdiri kokoh selama 400 tahun itu akhir-nya terpecah menjadi 3 Kerajaan, yang mana Liu Bei sebagai salah satu Anggota Keluarga Kerajaan yang menyatakan diri sebagai penerus Dinasti Han. Era ini-lah yang kemudian di kenal dengan sebutan San Guo (Sam Kok-Tiga Negara). Perjuangan keras tiga ber-Saudara Taman Bunga Persik untuk mempersatukan Tiongkok tidak berhasil. Begitu-lah hingga usia 60 tahun, Guan Yu bersama Putra-nya, Guan Ping, akhir-nya gugur dalam pertempuran.

Meskipun demikian, rasa hormat terhadap Guan Yu, Pahlawan berparas merah lebam ini, tidak serta merta lenyap. Keberanian, kesetiaan dan jiwa ksatria Beliau menjadi kisah harum dalam Masyarakat Tionghoa selama turun temurun. Selain itu, dalam kalangan spiritual, dikenal pula kisah perjodohan Guan Yu dengan Ajaran Buddha, sebuah Ajaran kebenaran sejati yang menembus kepekatan misteri dimensi ruang dan waktu. Ya, Guan Yu menjadi Siswa Buddha setelah beliau gugur.

Kwan Kong telah mencapai kesempurnaan dengan gelar Bodhisattva Satyakalam, Guan Sheng Di Jun (Kwan Seng Tek Kun).

Dalam Agama Buddha, gelar Di Jun (Tek Kun) adalah setingkat dengan Bodhisattva. Bodhisattva pria biasanya bergelar Di Jun. Sedangkan Bodhisattva wanita bergelar Pho Sat.

Perlu diketahui perbedaan utama antara Bodhisattva dengan Dewa adalah: Bodhisattva bersifat Internasional (diakui seluruh Dunia), sedangkan Dewa bersifat lokal (kedaerahan). Contoh: Kwan Im Pho Sat yang dikenal sebagai Dewi Kwan Im, adalah Bodhisattva. Beliau dihormati (diakui) di seluruh Dunia, bahkan Orang Barat pun mengenal-nya sebagai Goddes of Mercy. Di mana ada Wihara atau Kelenteng, disitu pasti ada Arca Kwan Im Pho Sat. San Bao Da Ren (Sam Po Tai Jin) adalah Dewa, Beliau dihormati di Indonesia khusus-nya Jawa Tengah, Arca-nya hanya terdapat di beberapa Kelenteng saja.

Kwan Kong bersifat Internasional, diakui seluruh Dunia. Arca Kwan Kong terdapat di Wihara atau Kelenteng di berbagai belahan Dunia. Bahkan Kwan Kong adalah salah satu Dewata yang dipuja oleh ke-tiga Agama (Sam Kauw) sekaligus.
Kaum Buddhist menganggap-nya sebagai Dewata Pelindung Kuil dan Bangunan-bangunan suci (Salah satu dari Ke Lan Seng Ciong Pho Sat). Kaum Taoist menghormati-nya sebagai Malaikat Pelindung Peperangan. Sedangkan Kaum Confusianist memuja-nya sebagai Orang suci dan teladan dalam hal setia, pri kebenaran dan keberanian. 

Sepanjang Kekaisaran Tiongkok dan pada Dinasti Qing, Kwan Seng Tee Kun amat dipuja bersama-sama Kwan Im Hut Co. Beliau adalah Dewata Utama Pelindung Kerajaan.

Guan Yu (Kwan Kong) bukan saja telah menjadi sosok yang identik dengan pemujaan spiritual, ... namun beliau juga  adalah penyatu kultur Masyarakat Tiongkok di mana pun berada dan menjadi sebuah maskot tentang: semangat pengabdian, kesetiaan, dan sikap yang lurus.

Sifat Keteladanan Guan Yu (Kwan Kong)

1. patriotis
2. menjaga Norma Susila
3. tidak tergiur akan kesenangan atau kenikmatan
4. tidak silau akan nama dan harta
5. tidak mengharap yang baru dan membuang yang lama
6. tidak melupakan kesetiaan persaudaraan
7. berjiwa altruis (mementingkan Orang lain)


Untuk mengetahui lebih banyak  riwayat singkat Kwan Kong,  sifat serta sepak terjangnya yang luar biasa... silahkan kunjungi  Sumber tulisan ini :


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...