Lukisan Pesanan vs Karya Sendiri, Mana Lebih Tinggi Nilainya?


"Night Watch" karya Rembrandt van Rijn

Lukisan Anda kebanyakan karya pesanan atau karya sendiri ?
Saya sering  ditanya seperti itu. Pertanyaan pilihan sederhana yang bisa dijawab: ..  a) atau b)… Masalahnya sering kali si penanya ini sudah punya kesimpulan salah dalam benaknya, bahwa yang karya pesanan itu  rendah  nilainya. Sedang karya pribadi, karya yang dibuat atas kemauan sendiri itu lebih tinggi derajatnya. Atau sebaliknya,  ada juga yang  justru bersikap, karya yang pesanan dianggap tinggi, sedangkan karya pribadi dianggap rendah.


Kedua kubu  itu punya argumentasi yang sama kuat. Sia-sia mengharap yang satu akan kalah dari yang lain.
Sebab itu  saya tak mau buru-buru menjawab pertanyaan itu , sebelum saya yakin  bahwa si penanya paham betul apa yang ditanyakan.. Saya tak mau terjebak dalam anggapan-anggapan kosong yang dibentuk oleh isapan jempol orang –orang yang sok tahu, tapi sejatinya  tak tahu proses kreatif yang terjadi di dalam cipta, rasa, karsa seniman.

Sebelum menjawab pertanyaan itu ,  bagaimana kalau kita  kembali  focus pada masalah intinya saja ?..Yaitu bahwa : Karya itu bagus atau tidak ?, tak perduli apa dia lahir dari pesanan atau karya pribadi,… sebuah karya yang bagus yaa.. tetap bagus saja..! ..sedangkan karya yang jelek ..yaa.. tetap jelek saja..!


Contoh : “Night Watch” karya Rembrandt van Rijn, adalah sebuah Karya pesanan , urunan para pasukan jaga malam Amsterdam. Sebuah karya yang luarbiasa dan sangat terkenal…  Ketika Ratu Belanda mengungsi  saat terjadi  Perang Dunia II , beliau membawa serta lukisan tersebut. Ketika ditanya wartawan kenapa lukisan “Penjaga Malam “  itu yang dibawa mengungsi, beliau menjawab : “Lukisan ini harganya  sama dengan Negeri Belanda..”  

Contoh karya pesanan yang lain?..
Lukisan paling terkenal sedunia : Mona Lisa. karya Leonardo da Vinci,
Karya-karya Michelangelo yang memenuhi  Basilika Saint Peter's.
Serial lukisan "Marie de' Medici Cycle",  21 lukisan (masing-masing sekitar 3 x 4 meter) karya Peter Paul Rubens pesanan Henry IV   dari Perancis (sekarang di museum Louvre)..
Piramida di Mesir, Borobudur, Prambanan...dan..  silahkan Anda cari dan tambahkan sendiri sebanyak-banyaknya ..:
… Karena sesungguhnya terlalu banyak karya besar dan spektakuler  di muka bumi ini yang hampir semuanya (kalau tak mau dikatakan memang semuanya ) : .. .adalah pesanan..!! 

Nah , bila sudah memahami  hal tersebut, baru saya jawab pertanyaan diatas..:
Saya melukis mengunakan 3 macam jalan / jalur proses kreatif :
1-Melukis karena dorongan dari dalam diri pribadi. Ide sendiri , atas kemauan sendiri, langsung dilukis sendiri .. Ini jumlah karya saya yang terbanyak, ada sekitar 60 % dari seluruh karya saya, termasuk karya-karya poin ke  ( 2 ) di bawah ini.
2- Khusus untuk beberapa lukisan ukuran besar tertentu yang sifatnya kolosal (tidak semuanya) . Ide, Gagasan  dan persiapan sket, disain dll oleh pelukis sudah matang, tapi ditunda penggarapannya menunggu  sponsor yang bersedia mendanai. Karena butuh waktu panjang , dan beaya operasional  yang tinggi.
3-  Melukis  berdasarkan pesanan, ada 3macam :
 a- Ide , gagasan dan bahan foto dari pemesan, pelukis tinggal berperan sebagai tukang copy, hanya diperlukan teknik melukisnya saja, dan sedikit pengembangan.
 b- Pemesan meng-order dengan hanya menyebut thema / judul lukisan, atau hanya bercerita saja.  Ide gagasan komposisi dll,   diserahkan bebas pada pelukis. 
c-Kombinasi antara dua hal diatas. Beberapa ide, gagasan di tuang, dirundingkan dan dikompromikan bersama.

( Sejatinya  yang  ‘‘betul-betul  pesanan”  itu adalah yang  poin nomer  ( 3-a )  saja.. Sedangkan poin (3-b) 95%,  dan (3-c) minimal 60%..  (jadi bagian terbesarnya)..  masih merupakan ide dan karya pelukis / senimannya.
Sebagai  contoh / gambaran point ( 3-b dan 3-c) : baca / klik “Order Lukisan dengan Pesan Unik  & Aneh “ )



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...