Pesanan Lukisan Khusus & Ribet yang ditolak Basuki Abdullah..


Minta dibuatkan lukisan 200 x 150 cm,
cuma dari pasfoto KTP (hitam putih)  3 x 4cm 

"Keluarga Keraton Jawa" (croping)
Lukisan wajah  karya Herri Soedjarwanto
Ukuran: 200cm x 150 cm
dibuat dari: 6 lembar pas foto KTP  3x4cm 
hanya dengan keterangan di tiap foto

berat badan sekian, tinggi badan sekian..



Beberapa  tahun silam,  seorang pengusaha  yang menyandang  gelar kehormatan dari keraton Surakarta ( zaman PB XII),  bermaksud membuat dua buah lukisan.

 1- Lukisan pernikahannya ( tahun 60-an).
2- Lukisan keluarga  pada saat ini (1985-87)  lengkap beserta ke empat putra putrinya.  

Beliau mengatakan, sudah memesan lukisan ini ke Basuki Abdullah, tapi Basuki Abdullah menolak.

Setelah itu beliau mencari pelukis lain kesana kemari,  tapi tak ada yang cocok,   akhirnya seorang temannya  mengajak ke tempat saya..


Beliau tunjukkan foto-foto contoh / acuan yang ingin di jadikan lukisan tersebut.

Ada 2 (dua) pas foto lawas, 3 x 4cm  hitam putih ( mungkin  diambil dari buku nikah ), dan satu foto lagi (hitam putih) beliau sedang  berduaan,  dari kepala sampai kaki  dengan pakaian keseharian.

“Ini contoh untuk wajahnya , dan yang berduaan ini untuk contoh perbandingan antara  postur  figure saya dan istri.
Berdasarkan  3 foto ini saya minta dibuatkan lukisan Pengantin Keraton Kasunanan Surakarta, basahan dengan ukuran:  2m x 1,5m.” beliau menjelaskan dengan suara dalam dan berwibawa.

Busyeeeettt….. pantesan Basuki Abdullah menolak…!!.. teriakku dalam hati. Cuma foto KTP , wajah thok, hitam putih 3 x 4 cm, kok minta dibuatin lukisan 2m x 1,5m kepala sampai kaki. dengan pakaian adat keraton yang penuh pernik asesori. Dan mintanya harus akurat pula..!!

Dan, masalahnya tak berhenti di situ... masih ada lagi….

“Untuk lukisan yang ke-dua, saya minta dibuatkan lukisan Potret  Keluarga Keraton Kasunanan Surakarta, dalam pakaian adat yang sesuai dengan pangkat / gelar saya : KRMH (Kanjeng Raden Mas Haryo…). Ukurannya sama :  2m x 1,5m ” .. dan  beliau tunjukkan lagi  foto-fotonya.

Ada  6  lembar pas foto hitam putih, 3 x 4cm, dan selembar kertas berisi catatan : Anak nomer  1: tinggi badan sekian , berat badan sekian.. , Anak nomer 2: tinggi badan sekian , berat badan sekian ..dan seterusnya  untuk anak yang  ke 3 dan ke 4..

Gilaaa… ini kerjaan bener-bener ribet banget, untuk sebagian orang mungkin gak masuk akal..  Pantesan ter katung-katung lama .  Karena ada yang mampu tapi tak mau mengerjakan... Ada yang sangat ingin dan mau mengerjakan tapi tak mampu.

Pak Basuki Abdullah yang pelukis besar , sibuk,  banyak pesanan, tentu saja males kalau harus repot bertele-tele mengerjakan lukisan dengan bahan super minim seperti itu..
Sementara pelukis lain yang sangat ingin mengerjakan “pesanan  besar”  itu , terbentur dengan kemampuannya yang terbatas  sehingga tak mampu mengatasi masalah : Bagaimana menjembatani jurang yang begitu lebar, antara bahan foto yang sangat minim dengan expectasi  pemesan yang begitu sangat besar…!?

“ Eh maaf Pak.. bukankah lebih praktis kalau semua putra putri berkumpul kemudian langsung berfoto bersama , dari pada cuma foto KTP hitam putih dengan catatan berat badan dan tinggi badan seperti ini.?? “ kucoba usul yang masuk akal.

“ Benar mas Herri, tapi sayangnya anak-anak semua sedang sibuk studi di luar negri, di kota dan Negara yang berbeda-beda..  Mereka bisa ngumpul  kalau Natal Tahun Baru, 7 bulan lagi,… Kita butuh lukisan ini 3-4 bulan lagi untuk peresmian rumah baru..” .

 Waduuh.., habis sudah ideku.. Aku hanya ingat lagu Elvis Presley : “ Its Now or Never”. Jujur , saat  itu aku blank, belum ada ide apapun. Hanya dorongan hati  yang sangat kuat,  yang membuatku berkata  “ OK, saya sanggup Pak..”

Benar kata orang : keberanian mendatangkan keajaiban. Begitu saya berani  bilang “OK”, Tuhan seperti menunjukkan jalan . Saya segera susun beberapa rencana dan jadwal. Saya adakan survey dan riset  tentang  pakaian dan kepangkatan  sampai  ke dalam  keraton Kasunanan, menemui Pengageng Parentah Keraton..  Selain itu juga survey tentang postur tubuh dengan memanggil beberapa model laki maupun perempuan.

Setelah 3 Minggu aku sudah memiliki sket  / drawing yang sudah siap untuk dipindahkan ke kanvas..
Dan akhirnya, beberapa bulan kemudian dua lukisan itu selesai  pada waktunya.

Menjelang  saat terakhir, aku beruntung  sempat menyelesaikan lukisan ini  dengan kehadiran putra-putrinya, sehingga memudahkan finishingnya
(mohon maaf , karena privasi, foto lukisan sengaja di croping )
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...