Lukisan realisme tentang anak-anak Indonesia

Potret anak-anak pinggiran
Lukisan realisme tentang anak-anak Indonesia 
Karya Herri Soedjarwanto
"Bocah-bocah Stasiun"oil / hardboard 70x90cm
karya 
Herri Soedjarwanto.
Koleksi Boss BNI Pusat Jakarta
Sekumpulan anak jalanan  di sebuah stasiun, ada penjual koran, penjaja es lilin, dan seorang bocah penyemir sepatu yang sedang menghisap rokoknya. 
Koran di tangan si anak bertanggal 23 Juli , dan terdapat logo Hari Anak Nasional…. Jam di stasiun menunjuk pukul 08:20 pagi, saat dimana seharusnya anak-anak sedang bersekolah.
Di latar depan, di dalam kotak sampah, ada sobekan koran bertuliskan "..Saya Anak Indonesia…"..…
Hari Anak Nasional (23 Juli) tahun ini, juga HUT Kemerdekaan RI kali ini ,  mestinya membuat kita menunduk dan merenung lebih dalam, karena banyaknya anak-anak Indonesia yang masih bermasalah. Baik di kota maupun di desa. 
Padahal mereka adalah generasi penerus bangsa ini. Masih banyak anak yang kekurangan gizi..busung lapar bahkan mati kelaparan. Jutaan anak tak berpendidikan, jutaan putus sekolah, jutaan pekerja anak, jutaan anak jalanan, anak terlantar … dengan segala ekses negatifnya… narkoba… psk anak… kekerasan terhadap anak, kriminalitas… dan masih sederetan panjaaang lagi…
Herri  termasuk pelukis yang banyak “mencatat” kedalam lukisan (melukis) tentang anak-anak yang terpinggirkan ini. Ini adalah beberapa diantaranya...


"Makan malam"
karya: Herri Soedjarwanto
Lukisan ini dikoleksi oleh seorang dari Jakarta yang menurut pak Dullah, dulu pernah dekat dengan Bung Karno. (saya tak tahu siapa beliau, sengaja catatan  ini saya cantumkan, dengan harapan bisa mengetahui keberadaan lukisan ini).

Di tepi jalan, didepan sebuah gedung bioskop, dibawah poster film “American Fever”, di tengah lalu lalang ceria orang mencari hiburan malam…. seorang anak dengan bapaknya duduk bersimpuh di trotoar sedang menikmati makan malam mereka, dari hasil meminta-minta. Sang bapak memegang batok kelapa sebagai ganti piring….. dan merekapun makan sebatok berdua.


"Bayi Rakyat", oil/canvas, 90x120cm.
Karya: Herri Soedjarwanto
Koleksi Boss BNI Pusat Jakarta
Seorang bayi yang masih merah, terpaksa ditinggalkan ibunya dan dipasrahkan  kepada kakak-kakaknya yang masih bocah pula. Si Ibu harus pergi mencari nafkah dengan berjualan masakan di pasar.
Nampak si bayi dalam dekapan dan ditunggui  kakaknya yang masih kecil-kecil didalam ruang dapur yang runtuh sebagian temboknya. Di sekitarnya berserak alat-alat dapur bekas memasak. Di dekatnya nya seekor anjing kampung sedang mengintai kesempatan mencuri makan. Di luar , si ibu sedang berangkat , menyunggi meja terbalik di kepalanya. Di meja itu diletakkan panci masakan, piring , gelas periuk, kompor dan alat berjualan lainnya. 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...