Tragedi WTC 911, catatan dan renungan.

" Menebar Cinta, Mencegah Teror "
 Karya Herri Soedjarwanto oil/canvas, 200 x 120cm  
 

Tragedi WTC 11 September 2001 adalah sebuah tragedi besar dan dahsyat yang menimpa kemanusiaan. Tragedi yang mengguncang perasaan umat manusia sedunia. Sangat disesalkan dan dikutuk karena sangat melukai rasa kemanusiaan siapapun, tak peduli apa warna kulitnya, kebangsaannya maupun agamanya. Suatu peristiwa tragis yang seharusnya tak usah, tak perlu dan jangan sampai terjadi lagi.

Dari sisi lain, tragedi WTC 9-11 adalah sebuah tonggak peringatan monumental bagi kemanusiaan dan umat manusia, untuk mawas diri dan segera menyadari bahwa ada sesuatu yang salah sedang terjadi. Ada yang salah dalam cara mengelola kemanusiaan ini.





Menebar Cinta, Mencegah Teror ( detil lukisan )
 Karya Herri Soedjarwanto  
 
Ada proses dialog yang terhenti, buntu. Ada rasa saling curiga. Ada yang coba
memaksakan kehendak dengan segala cara, ada ketidakseimbangan. Ada arogansi, ketidakadilan, penindasan, kesewenang-wenangan, angkara murka. Ada keterpojokan, keputus-asaan hebat yang mendorong kenekatan tak terbayangkan, yang akhirnya melahirkan terror.
Teror adalah anak kandung rasa permusuhan, kebencian, dendam kesumat, dan sakit hati. Teror adalah anak haram yang terlahir dari sisi gelap kemanusiaan. Teror, sungguh tak diharapkan, namun nyatanya ia ada, berdampingan dengan kedamaian.
Kedamaian. Suatu yang sangat didamba kemanusiaan, lahir dari fitrah manusia yang suci, yang penuh rasa cinta, ketulusan, kebersamaan, kesetaraan dan keadilan.
Teror dan kedamaian hidup berdampingan dalam satu wadah: perasaan manusia. Kalau toh terror tak bisa dilenyapkan sama sekali, setidaknya manusia harus berani memberi ruang yang lebih luas di dalam hatinya untuk cinta, kasih sayang dan saling percaya hingga hanya tersisa sedikit ruang sempit untuk kecurigaan, kebencian, dan permusuhan yang melahirkan teror.
Tragedi WTC 9-11 membelalakkan mata batin kita. Betapa umat manusia telah (nyaris) kehilangan cinta kasih antar sesamanya. Terpuruk dalam lumpur kebencian, permusuhan, saling curiga, saling mengahancurkan, saling memusnahkan.
Memerangi terror dan teroris memang harus dilakukan. Ini semacam pengobatam terhadap penyakit. Yang tak jarang bahkan membuat komplikasi atau efek samping, masalah baru.
Namun bersama dengan itu, menebarkan benih-benih cinta kasih antar sesama masyarakat dunia yang nyaris pudar, nampaknya lebih mendesak dan perlu lebih digalakkan lagi. Ini menyentuh langsung akar permasalahannya, dan semacam pencegahan terhadap penyakit.
Mencegah lebih murah daripada mengobati, aplagi bila ongkosnya adalah nyawa dan runtuhnya rasa kemanusiaan.
Tragedi WTC memang sangat menyakitkan. Namun manusia tak boleh terhenti karenanya. Hidup harus tetap berlanjut. Memandang hari depan dengan penuh optimisme. Menebar cinta, menyemai damai akan mencegah terror dan tumbuhnya terorisme secara alami. Amerika sangat diharapkan untuk mengambil prakarsa menggalang dan memimpin aksi cinta damai tersebut, ketimbang memprovokasi munculnya terror.
Unsur-unsur visual yang terdapat dalam lukisan, dan maknanya:
1 - Gedung WTC. Saat meledak, runtuh, dan sisa reruntuhannya 
     Menggambarkan di mana lokasi dan bagaimana kedahsyatan peristiwa tersebut
2 - Anak perempuan tergeletak bersama reruntuhan
Bahwa yang menjadi korban adalah orang-orang tak berdosa.
3  - Bendera Amerika (di pusat lukisan) tetap berkibar megah. 
     Aksi seperti itu (teror) tak akan menggoyahkan Amerika, bahkan membuat rasa nasionalisme semakin tegar dan mengental.
4  - Serombongan orang berduyun datang dengan bendera masing-masing mengucap simpati dan berdoa untuk para korban 
      Peristiwa tersebut disesalkan dan dikutuk oleh semua bangsa, merah putih paling depan, karena Indonesia adalah yang pertama berkunjung setelah ledakan WTC.  
5  - Sekumpulan anak-anak dari berbagai bangsa saling berangkulan di atas bunga-bunga. Di atasnya beterbangan burung-burung merpati.
  Lambang cinta, kasih sayang, perdamaian dan persaudaran universal. Indahnya hidupdalam damai.
6  - Burung-burung merpati dilepaskan oleh orang Amerika yang memegang bendera 
     Amerika sebagai negara dan bangsa besar, selayaknya mengambil inisiatif menggalang dan memimpin gerakan menebar cinta dan damai ke seantero dunia.   
7  - Wanita kulit putih menyusui bayi kulit hitam/berwarna dan sebaliknya 
     Selain melambangkan cinta, kasih sayang antar bangsa, persamaan, kesetaraan, dan persaudaraan universal, juga simbol saling ketergantungan antar bangsa sebagai akibat globalisasi.  
8  - Figur anak-anak mendominasi lukisan ini  
     Anak-anak secara alami adalah insan suci, polos dan tulus. Manusia dewasalah yang merusak kesucian itu dengan menanamkan rasa curiga, antipati, dan rasa permusuhan dalam jiwa mungil yang sedang tumbuh. Sebuah peringatan bagi bangsa-bangsa dan kelompok masyarakat dunia dalam mendidik anak-anaknya. Apakah melanggengkan lingkaran setan teror, atau menciptakan siklus cinta damai?
9  - Keseluruhan wujud tampilan lukisan itu mengandung pesan/makna: Tragedi WTC memang sangat menyakitkan. Namun manusia tak boleh terhenti karenanya. Hidup harus tetap berlanjut. Memandang hari depan dengan penuh optimisme. Menebar cinta, menyemai damai akan mencegah teror dan tumbuhnya terorisme secara alami. 
Amerika sangat diharapkan untuk mengambil prakarsa menggalang dan memimpin aksi cinta   damai tersebut… ketimbang terus memprovokasi munculnya terror.

 Catatan tambahan :. Apakah Tragedi  WTC 9-11 hanya sebuah rekayasa.. ??.. Baca Artikel ini ( klik )  Fakta Ilmiah di Balik Tragedi WTC 911 
















Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...