Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

🇮🇩 Lukisan Koleksi ISTANA NEGARA RI, Jakarta 🇮🇩 Karya Herri Soedjarwanto 🎨✨️ Lukisan Naratif Historis tentang SOEHARTO

𝐒𝐎𝐄𝐇𝐀𝐑𝐓𝐎, dalam 𝐋𝐮𝐤𝐢𝐬𝐚𝐧 𝐍𝐚𝐫𝐚𝐭𝐢𝐟 𝐇𝐢𝐬𝐭𝐨𝐫𝐢𝐬
 𝐤𝐚𝐫𝐲𝐚 𝐇𝐞𝐫𝐫𝐢 𝐒𝐨𝐞𝐝𝐣𝐚𝐫𝐰𝐚𝐧𝐭𝐨"
(Koleksi Istana Negara RI, Jakarta )


Koleksi ISTANA NEGARA RI, Jakarta.
"Letkol Soeharto, persiapan gerilya, malam menjelang Serangan Umum 1Maret 1949"
Karya: Herri Soedjarwanto (1979), oil on canvas 150x250cm
 

𝐒𝐎𝐄𝐇𝐀𝐑𝐓𝐎, dalam 𝐋𝐮𝐤𝐢𝐬𝐚𝐧 𝐍𝐚𝐫𝐚𝐭𝐢𝐟 𝐇𝐢𝐬𝐭𝐨𝐫𝐢𝐬 𝐤𝐚𝐫𝐲𝐚 𝐇𝐞𝐫𝐫𝐢 𝐒𝐨𝐞𝐝𝐣𝐚𝐫𝐰𝐚𝐧𝐭𝐨"
(Koleksi Istana Negara RI, Jakarta )

Presiden ke-2 Indonesia, Soeharto, telah resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto pada 10 November 2025. Gelar ini diberikan atas jasa-jasanya yang menonjol sejak masa kemerdekaan. Antara lain :
- Peranannya dalam peristiwa Serangan Umum 1 Maret, 1949 di Jogja.
- Terkait dengan pembangunan jangka panjang yang menjadi fondasi bagi kemajuan bangsa. Salah satunya pembangunan pertanian, sehingga Indonesia berhasil mencapai swa sembada pangan, yang diakui dunia.

Tentunya masih banyak dan panjang deretan jasa-jasa beliau.
"Tapi kenapa cuma dua itu saja yang  mas Herri sebutkan ??"
"Yaa .. karena kebetulan baru dua  "peristiwa besar" itu yang kuangkat ke dalam lukisanku. Dan kebetulan pula.. kedua lukisan itu mendapat tempat yang terhormat .. satu di Istana Negara RI Jakarta.. satu lagi di Museumnya Presiden Soeharto (Museum Purna Bhakti Pertiwi).

*𝗣𝗿𝗼𝘀𝗲𝘀 𝗸𝗲𝗹𝗮𝗵𝗶𝗿𝗮𝗻 𝗹𝘂𝗸𝗶𝘀𝗮𝗻:*
"𝐋𝐞𝐭𝐤𝐨𝐥 𝐒𝐨𝐞𝐡𝐚𝐫𝐭𝐨, 𝐩𝐞𝐫𝐬𝐢𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐠𝐞𝐫𝐢𝐥𝐲𝐚 𝐦𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐞𝐥𝐚𝐧𝐠 𝐒𝐞𝐫𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐔𝐦𝐮𝐦 𝟏 𝐌𝐚𝐫𝐞𝐭 𝟏𝟗𝟒𝟗"*

Awal 1979- masa persiapan sanggar Pejeng, Bali untuk pameran di Jakarta. Dullah melukis Bung Karno dalam komposisi besar “Rapat Ikada”.

Pada masa itu presidennya Pak Harto, maka pihak Istana mengingatkan : "kalo ingin memamerkan lukisan Bung Karno, syaratnya harus dipajang juga lukisan besar tentang Pak Harto".

Karena sudah tak ada waktu lagi, Dullah bermaksud melimpahkan tugas besar dan berat tersebut kepada salah satu muridnya.

Dari semua muridnya (+/-40 orang, yg beberapa sudah 9-10 th ikut Dullah) ... dari semua ide, sketsa disain/konsep yang masuk ,... Dullah memilih dan memutuskan : konsep/sketsa Herri adalah yang paling layak dan dia berhak menggarap lukisan tentang Pak Harto tersebut... begitulah..

Dan akhirnya... dalam Pameran Besar *"400 Lukisan Realistik"* Sanggar Pejeng di Jakarta 1979, lukisan ini menjadi satu-satunya yang dibeli oleh pihak Istana Negara. ( Ukuran 2,5 x1,5 meter, kolosal , dengan komposisi 17 figur, Pak Harto sebagai center point ).

*Secara pribadi, itu menjadi satu catatan penting bagi Herri (umur 20 th). Sebagai murid termuda Dullah yang  baru belajar 1 (satu ) tahun, lukisannya sudah terpajang di Istana Negara.


𝗞𝗶𝘀𝗮𝗵 𝘀𝗶𝗻𝗴𝗸𝗮𝘁 𝗱𝗶𝗯𝗮𝗹𝗶𝗸 𝗹𝘂𝗸𝗶𝘀𝗮𝗻
*"𝗣𝗔𝗞 𝗛𝗔𝗥𝗧𝗢 𝘀𝗶 𝗔𝗡𝗔𝗞 𝗗𝗘𝗦𝗔"*
Latar belakang, Gagasan, Konsep

𝗞𝗶𝘀𝗮𝗵 𝘀𝗶𝗻𝗴𝗸𝗮𝘁 𝗱𝗶𝗯𝗮𝗹𝗶𝗸 𝗹𝘂𝗸𝗶𝘀𝗮𝗻
*"𝗣𝗔𝗞 𝗛𝗔𝗥𝗧𝗢 𝘀𝗶 𝗔𝗡𝗔𝗞 𝗗𝗘𝗦𝗔"*
Latar belakang, Gagasan, Konsep

Terlepas dari pro kontra tentang Soeharto ... Paling tidak,  ada satu prestasi menonjol yang menarik perhatian dan diakui dunia. Yang membuat negeri ini boleh dikatakan (waktu itu) gemah ripah loh jinawi.
Pangan tersedia melimpah dan tersebar merata ke seluruh pelosok. Tak ada kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok lainnya.
Itu dampak langsung keberhasilan program pembangunan pertanian dan revolusi ketahanan pangan. Kesuksesan ini mengantarkan Pak Harto diundang berpidato di depan Konferensi ke-23 FAO (Food and Agriculture Organization /Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia), di Roma, Italia, 14 November 1985.
FAO memberikan penghargaan  kepada  Pak Harto (Indonesia), karena  keberhasilannya dalam mencapai swa sembada pangan / beras.

Bahkan yang perlu dicatat, Indonesia pernah dijadikan contoh sukses (role model) bagi negara sedang berkembang lainnya di Dunia Ketiga, untuk mengentaskan masyarakat dari kelaparan dan kekurangan pangan.
( Dr Purbayu BudiSantosa, dosen IESP FE Undip.)

Pencapaian Indonesia ini menjadi tonggak sejarah penting yang menginspirasi Herri untuk mengangkat dan mengabadikannya  kedalam sebuah lukisan naratif historis besar.

"PAK HARTO si ANAK DESA" (1996-97)
Koleksi Museum Purna Bhakti Pertiwi/Museum Presiden Soeharto.

Tahun 2015  Lukisan "Pak Harto si Anak Desa" ini dipilih jadi cover buku ilmiah dunia
𝗜𝗟𝗟𝗜𝗕𝗘𝗥𝗔𝗟 𝗗𝗘𝗠𝗢𝗖𝗥𝗔𝗖𝗬 𝗶𝗻 𝗜𝗡𝗗𝗢𝗡𝗘𝗦𝗜𝗔, 𝗸𝗮𝗿𝘆𝗮 𝗣𝗿𝗼𝗳. 𝗗𝗮𝘃𝗶𝗱 𝗕𝗼𝘂𝗿𝗰𝗵𝗶𝗲𝗿 , 𝗔𝘂𝘀𝘁𝗿𝗮𝗹𝗶𝗮 Yang merupakan buku serial "Politics In Asia" yang diterbitkan oleh penerbit legendaris Inggris:  *"ROUTLEDGE"*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tulis komentar, pertanyaan, usul / saran disini