Kejadian awal, proses kelahiran
lukisan…
![]() |
"Nenek Oco" (September- 2013) Karya Herri Soedjarwanto Lukisan ini terlahir melalui peristiwa kebakaran. Dilukis dari 2 photo yang dipungut dari puing-puing kebakaran.. |
Terkadang sebuah lukisan terlahir secara unik, tanpa direncana , tak terduga, secara
tiba-tiba melalui peristiwa kebetulan-kebetulan yang luar biasa, yang mengandung pesan bahwa lukisan tersebut memang ditakdirkan harus lahir.. tercipta.
Terlebih untuk lukisan wajah, khususnya dari orang-orang yang
telah tiada. Maka ketika mereka terlupakan oleh waktu dan kesibukan, mereka seolah mendesak untuk dilahirkan,
ingin hadir kembali di tengah orang- orang yang dicintainya, secara abadi, meski hanya dalam bentuk lukisan.. Ini sebuah fenomena spiritual
Sebagai pelukis realis beberapa kali saya mendengar peristiwa seperti itu..
Yang terkini adalah cerita kelahiran “Lukisan
Nenek Oco” , yang cukup luar biasa ini. Betapa tidak, Lukisan ini mungkin tak kan pernah
ada, bila tak terjadi musibah kebakaran.
Ceritanya berawal dari sebuah musibah kebakaran yang terjadi di
Banjarmasin pada awal bulan Juli 2013 yang lalu.
Kebakaran yang semula melanda
rumah tetangga sebelah itu akhirnya merambat juga menyambar rumah kediaman
orang tua Bapak I.S.K (pemesan lukisan)
“Beruntung rumah orang tua saya hanya atapnya dan sebagian
lantai 2 saja yang terkena menjadi
korban kebakaran itu..” kata Pak I.S.K menceritakan kejadian itu.
“Saat membersihkan puing2 rumah yang terbakar itu kebetulan
saya menemukan photo2 lama. Dari seluruh
photo2 tsb saya paling excited melihat photo nenek dan saya langsung teringat
saat-saat saya becanda ria dengan beliau… Saya jadi teringat lagi dengan
kepribadian sangat mengesankan yang beliau miliki, yaitu tentang gaya hidup dan sifat beliau yang simple , logis,
realistik, tegar / kuat, juga humoris…
dan satu lagi beliau ini berusia panjang … meninggal dalam usia 100 tahun”
“Jadi… saya bermaksud ingin men-scan dan memperbesar photo
tersebut untuk dipasang ”.
”Kemudian, saat Libur
Lebaran Agustus 2013 kemarin saya jalan2 ke Bali. Secara kebetulan, tak sengaja dan tanpa rencana, saya disinggahkan oleh sopir lokal (orang Bali) ke
Museum Rudana, untuk melihat lukisan. Kebetulan
di situ banyak karya-karya Pak Herri.
Saya sangat tertarik dan sangat terkesan dengan lukisan potret karya pak
Herri.. Nah dari situlah mendadak saya
punya ide untuk bikin lukisan photo Nenek.” Ujar Pak ISK mengakhiri ceritanya.
Pertanyaannya … seandainya tak terjadi kebakaran itu.. dan
juga sopir tidak “nyasar” ke Museum
Rudana.. apakah lukisan Nenek ini bisa terlahir..??.. Entahlah.. sulit
dibayangkan.. Satu hal yang pasti adalah lukisan ini terlahir disebabkan oleh
dua peristiwa utama itu.
Proses perkenalan dan pemesanan
Kontak pertama 12 Agustus 2013 saya
terima email dari Bpk ISK : “Saya
tertarik dengan lukisan potret karya pak Herri, dan berminat untuk membuat
lukisan photo nenek saya (almarhum) . Mohon info tentang bagaimana cara pesan lukisan tersebut.? “
Saya minta beliau untuk mempelajari
prosedur order/cara pesan pada blog Lukis Wajah. Tak lama kemudian beliau segera
mengirim via email : 2 foto. Dan beberapa catatan penting tentang karakter
Nenek dan hal lain yang beliau inginkan untuk lukisan itu.
Analisa Kondisi Photo dan proses kreatif
Analisa Kondisi Photo dan proses kreatif
Satu photo wajah nenek setengah badan untuk
acuan wajahnya. Photo ini flat, datar karena penyinaran tepat dari depan, lumayan buram
(blur), pecah dan tidak tajam, sehingga detil anatoni wajah sungguh tidak jelas. Ini bukan kualitas ideal sebuah contoh / photo acuan untuk membuat sebuah lukisan wajah yang berbobot.
Photo satunya lagi memperlihatkan nenek dengan kebaya yang sama, sedang duduk di kursi lipat (dari besi), posisi dari kepala sampai kaki. Tapiii…kondisi photonya seperti ini: dari dada bagian atas sampai wajah semua gelap, hitam pekat.! Saya tak pernah bertanya kenapa, cuma menduga bahwa foto bagian dada ke atas ini pasti sudah rusak parah.
Photo satunya lagi memperlihatkan nenek dengan kebaya yang sama, sedang duduk di kursi lipat (dari besi), posisi dari kepala sampai kaki. Tapiii…kondisi photonya seperti ini: dari dada bagian atas sampai wajah semua gelap, hitam pekat.! Saya tak pernah bertanya kenapa, cuma menduga bahwa foto bagian dada ke atas ini pasti sudah rusak parah.
(..beberapa hari kemudian barulah beliau bercerita tentang
kebakaran itu… ooh.. saya jadi paham
soal warna hitam yang seperti hangus itu..).
Dengan kondisi photo acuan seperti itu, maka yang dihadapi adalah pembuatan lukisan dengan tingkat kesulitan tinggi. Dibutuhkan upaya extra untuk dapat membuatnya menjadi lukisan yang berbobot dengan kualitas puncak... sekaligus melampaui kualitas photo acuannya.
Dengan kondisi photo acuan seperti itu, maka yang dihadapi adalah pembuatan lukisan dengan tingkat kesulitan tinggi. Dibutuhkan upaya extra untuk dapat membuatnya menjadi lukisan yang berbobot dengan kualitas puncak... sekaligus melampaui kualitas photo acuannya.
Tak ada masalah buat saya, karena itu memang spesialisasi saya.. Dan itu memang merupakan tugas pelukis secara umum, yaitu memperbaiki kesalahan / kekurangan pada photo.
![]() |
Herri Soedjarwanto sedang melukis "Nenek Oco" |
Finishing
Masuk minggu ke 2, ketika memasuki tahap finishing saya tunjukkan
lukisan Nenek via email: ”Kurang apanya lagi pak?.. mohon diperiksa..”
“Terimakasih Pak
Herri, saya bingung mau periksa apanya
lagi ya…? soalnya sudah pas banget dengan Nenek saya ! Bahkan terlihat lebih hidup
dan lebih detail.. ”
Apabila kepersisan / kemiripan sudah "..pas banget.." , langkah selanjutnya adalah terus mengerjakan lukisan itu, untuk memaksimalkan kualitasnya.
Apabila kepersisan / kemiripan sudah "..pas banget.." , langkah selanjutnya adalah terus mengerjakan lukisan itu, untuk memaksimalkan kualitasnya.
Catatan penutup
Ada satu catatan yang ingin saya sampaikan, ini agak sedikit
berbau spiritual (..walaah..
diserem-seremkaan.. biar kelihatan kereen..hehehe..).. Seriuus, boleh percaya boleh tidak, .. tapi ini betul-betul
saya alami. Bahwa ketika mengerjakan “lukisan yang memang harus terlahir”atau “lukisan yang mendesak untuk dilahirkan”...
sesulit apapun kendala teknisnya dan permasalahannya ... semuanya menjadi lebih
mudah, ringan dan lancar. Seolah-olah ada energy berlimpah yang sedang ikut
membantu bekerja. Buktinya apa…?
Kalau boleh jujur, foto acuan untuk lukisan Nenek Oco ini adalah
foto yang kurang bagus untuk dilukis, sangat beresiko tinggi menjadi lukisan
yang buruk…. Tapi kenyataannya?? Ia
menjadi lukisan yang jauh melampaui fotonya, bahkan jauh melampaui yang
kubayangkan. Boleh dibilang ini salah satu karya terbaikku untuk lukisan wajah…
tak ragu lagi.
Eh sebentar..Hp berbunyi.. ada sms masuk.. :
“.. Dear Pak Herri,
lukisan Nenek Oco sudah nyampe Banjarmasin tadi siang… Terima kasih banyak.. saya
puas dengan hasil karya Bapak … Tq.”
Saya Jawab: “Dear Pak ISK.. Inti seni adalah mendapat
kesenangan dalam memberikan kesenangan… suatu berkah dan kebahagiaan buat saya,
bila Bapak senang dan puas dengan lukisan Nenek Oco.. terima kasih.. saya tunggu
pesanan selanjutnya.. :-) ”
(herri-solo 5-September2013)
(herri-solo 5-September2013)
Dear Friend...
BalasHapusWe'd like you to consider joining us at www.indoartcenter.com (free online auction)
an online auction site that focused on building a powerful community where people were free to buy and sell affordability and with simplicity.
We began to dream up a marketplace where sellers were not penalized for doing well and buyers could easily connect with sellers through an open and simple platform.
-Free Membership
-No Monthly Fee
-No Annual Fee
-Free Auction Duration Fee
-Free 1 Image Upload Fee and only $1.00 for the next images
-Free Store
Cheers...