Lukisan belum jadi, saya merasa jenuh… adakah solusinya?

(pertanyaan dari Forum Tanya jawab / diskusi…)
Herri Soedjarwanto  terus menerus melukis 
menghadapi 2-3 kanvas sekaligus,  dengan media
maupun  obyek  sangat berbeda  bahkan kontras,

dalam rangka mengatasi kejenuhan
JAWAB: Sebuah pertanyaan sederhana tapi sangat penting & mendasar.. kenapa begitu??..
Rasa jenuh adalah tanda awal sebuah kegagalan .. atau justru sebaliknya .. tanda awal kesuksesan dari sebuah proses kreatif dalam sebuah totalitas penciptaan karya .. 
Perasaan jenuh, sesuatu yang wajar, semua orang mengalaminya, termasuk saat sedang  melukis. Yang penting, semua itu tergantung pada bagaimana cara kita menyikapinya.  Apakah kita berhenti melukis? yang berarti menyerah pada kejenuhan..  Atau justru memanfaatkan energy  jenuh itu untuk menjadi lebih kreatif dan produktif.

Jadi? Apa yang harus dilakukan ketika datang rasa jenuh?
 Harus ganti suasana, butuh variasi, diatasi dengan melakukan hal yang berbeda tapi masih dalam lingkup melukis. Misalnya  sedang melukis kakek dengan cat minyak, jenuh.. pindah kanvas..melukis gadis atau landscape atau obyek lainnya dengan cat minyak... Atau obyeknya tetap kakek, medianya ganti pensil /kertas.. dst.  Pokoknya lakukan hal baru yang menarik, terus melukis jangan berhenti atau istirahat.  (Emang siapa loh..ngelarang orang istirahat?)

Pablo Picasso (lahir 25 Oktober 1881- meninggal 8 April 1973) , 
adalah seorang seniman / pelukis kelahiran Spanyol yang sangat terkenal di dunia, bahkan besar pengaruhnya di Indonesia. Picasso menghasilkan 20.000 karya dalam hidupnya.
Tahukah Anda apa rahasia  Pablo Picasso sehingga ia dikenal sebagai  seniman dengan karya  terbanyak di dunia? Picasso mengatakan kurang lebih begini: “ Sebetulnya manusia itu tidak terlalu butuh istirahat, yang dibutuhkan adalah variasi dengan mengerjakan hal-hal yang baru”. (Nah luu...)

Saya sendiri mempraktekan hal tersebut  dengan terus menerus melukis  menghadapi 2-3 kanvas sekaligus, dengan obyek yang sangat berbeda  bahkan kontras. Ketika mulai ada gejala jenuh, saya langsung pindah ke kanvas / lukisan berikutnya. Tentu saja ,menghadapi  tantangan baru, membuat kita fresh dan semangat lagi. Nantinya kalau kepingin balik ke lukisan pertama, bisa langsung saja, atau tunggu sampai jenuh di lukisan kedua ini, baru balik ke lukisan yang pertama. Terserah suka-suka kita saja..

Apa penyebab kejenuhan dalam melukis?

Selain  kondisi  fisik yang lagi capek atau kurang sehat, masih ada hal lain yang  lebih prinsip: 
-Mungkin kurang pengetahuan /  kurang kenal secara mendalam mengenai  obyek yang sedang dilukis.
-Mungkin kesulitan tehnis yang tak bisa dipecahkan, hingga sudah terlalu lama tak kunjung selesai.
-Ide terlalu besar/muluk tapi hasil akhir tak sesuai dengan harapan… Dan sebagainya…

Jadi kiatnya adalah:

-Kenali dengan sungguh-sungguh  obyek yang akan dilukis, sampai demikian akrabnya, seolah telah menyatu dengan jiwa dan perasaan kita.. 
(klik disini, baca kisah Herri  melukis : “ Membajak sawah…..”)
-Selalu berlatih dan berlatih untuk mematangkan tehnis sebelum melukis obyek yang lebih serius.
-Pilih obyek paling sederhana, paling dikenali/ diakrabi , yang paling kita yakini pasti bisa kita ‘taklukan’ menjadi lukisan bagus.

Semua resep diatas manjur untuk saya... semoga manjur pula untuk Anda.

Selamat berkarya..!!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...