Lukisan Wajah: "Kasih Ibu", dipesan oleh sang bayi ngedot.. ( ~saat ini "Executive Director IMF", tinggal di Washington DC)

Lukisan Wajah Kasih Ibu, karya Herri Soedjarwanto
"Kasih Ibu" Karya Herri Soedjarwanto, 2014. 
  Dilukis dari foto berumur 50 th lebih, hitam putih, 
Lukisan ini dipesan oleh sang bayi yang ngedot,..
 yang sekarang telah menjadi seorang boss .. 
Executive Director di International Monetary Fund (IMF)






"Kasih Ibu"
Tugas utama seorang ibu adalah mendidik , menyayangi dan membimbing anak manusia.. kualitas sebuah generasi manusia tergantung pada kualitas ibu-ibu mereka..  Ibu-ibu yang memiliki sifat penuh kasih sayang,  cerdas, dan sabar dalam mengasuh anak, akan menghasilkan sebuah generasi cemerlang...

Juda Agung
Testimoni : "Pak Herri, tks atas lukisannya yg perfect. Ibu saya sangat bahagia melihat lukisan ini. Karakter beliau sangat tampak terutama kasih sayang, kesabaran dan keikhlasan. Lukisan ini benar-benar 'masterpiece' bagi kami. Saya ingat proses yg panjang dan interaksi antara pelukis dan kami sangat intens walau hanya melalui email. Sekali lagi selamat, pak herri adalah sedikit dari maestro realis di Indonesia."  
*[Juda Agung tinggal di Washington D.C... 
 menjabat sebagai  Executive Director di International Monetary Fund (IMF) .. 
sebelumnya menjabat sebagai Executive Director di Bank Indonesia ..]

Klik baca testimoni selengkapnya dan lihat ratusan "like" dan puluhan coment: 


Melukis foto hitam putih menjadi berwarna.
 Secara umum, melukis dari foto berwarna menjadi lukisan berwarna itu adalah hal biasa . Begitu juga melukis dari contoh foto hitam putih menjadi  lukisan  hitam putih  itu biasa… relative tidak sulit. Karena tinggal menyalin saja.

Tapi melukis dari foto hitam putih menjadi Lukisan Berwarna itu baru .. sulit…
Apa lagi Kalau foto hitam putih itu figure / wajah manusia, maka itu  lebih sulit …

Kalau foto hitam putih itu adalah pesanan wajah  yang harus persis,... maka itu semakin sangat sulit…

Apa bila itu adalah foto wajah lawas (foto berumur 50 tahunan)  yang kecil, detil anatominya kurang jelas, kurang tajam, beberapa bagian sudah rusak, maka itu super sulit…

Apabila pemesan menuntut selain harus persis  lukisan itu harus menjadi lukisan tingkat tinggi, masterpieces, atau setidaknya menjadi  lukisan  yang bagus,  kuat & berbobot,  maka benar-benar ini  berada pada tingkat  kesulitan yang tinggi … luar biasa sulit …

Kenapa begitu..? Karena foto hitam putih apalagi yang sudah 50 tahun yang lalu,  hanya menyediakan sedikit data, memberi kita sedikit  “modal”, untuk membangun sebuah lukisan yang begitu banyak tuntutannya. . 

Oleh sebab itu, diperlukan modal ilmu, pengalaman dan skill  yang banyak,  untuk menjadikan sebuah foto hitam putih lawas menjadi lukisan wajah yang persis, bagus , kuat dan berbobot.. selain tentu saja kerja yang lebih keras dan waktu kerja yang lebih panjang…

Dan satu lagi yang sangat penting adalah... kerja sama dengan pihak pemesan, sebagai orang yang paling mengenal karakter kepribadian subyek / tokoh yang dilukis. Karena beliau telah hidup bersama selama puluhan tahun... sedang kita hanya punya sedikit data yang tampak di satu-satunya foto itu saja..Jadi... banyak menyimak, merenungi, meresapi segala penjelasan dan pendapatnya adalah langkah bijak yang semakin mendekatkan kita pada karakter seutuhnya dari sang subyek, dalam hal ini sang Ibunda....

Lihat Lukisan lain yang dibuat dari foto hitam putih:
Pesanan Lukisan yang ditolak Basuki Abdullah
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...