LUKISAN POTRET WAJAH dengan pesan khusus yang Unik dan Aneh


"Nenek yang terkasih" oil/canvas, 100x80cm karya Herri Soedjarwanto
Apakah Anda pernah mengalami ingin memesan sebuah lukisan yang bernilai sangat khusus, dan istimewa bagi Anda, tapi selalu ditolak oleh pelukis yang anda temui, karena bahan / contoh yang anda miliki tidak / kurang memenuhi syarat,  terlalu minim dan sebagainya..? Jika  memang demikian halnya, cobalah bawa kemari, barangkali kita , saya dan Anda, secara bersama-sama bisa memecahkan masalah tersebut.
Berikut ini beragam “contoh kasus” special order  unik  yang pernah saya terima,  yang perlu penanganan khusus, lebih dari sekedar memindahkan foto ke kanvas…
Kasus 1. * (..Aneh..? tapi positif... )
Diberi contoh foto,  tapi diminta melukis keadaan yang sebaliknya..??!
Saya pernah diundang ke Jakarta oleh seorang artis, public figure yang sangat terkenal karena talentanya juga karena kebaikan dan kemurahan hatinya.. Beliau bermaksud order Lukisan Potret Wajah "Nenek yang Terkasih".. yang menurutnya adalah sosok yang
sangat dekat  dengannya  dan sangat berjasa dalam perjalanan hidupnya.  
Ketika ditunjukkan contoh foto Neneknya, saya cukup kaget, karena sesungguhnya foto tersebut sangat tidak memenuhi syarat untuk dibuat sebuah lukisan

Bayangkan saja selembar foto lawas, jaman dulu, hitam putih, ukuran 10 R ( 20 x 30cm ) di dalamnya berisi hampir 30an orang yang terlihat seluruh badan dari kepala sampai ujung kaki.. Sebuah foto keluarga besar , lengkap dengan semua anak  cucu,  berfoto bersama dibawah pohon,  di halaman dengan latar belakang rumah dan pepohon… Nenek beliau ini duduk di tengah kerumunan … Nah..kebayang kan?  ukuran  wajah nenek dalam foto yang dijadikan contoh  itu… tak lebih besar dari kuku jari kelingking saya…kondisi remang-remang,  sangat tidak jelas dan blur pula, sungguh parah. 

Dan..susahnya.. ini adalah satu-satunya foto yang ada, tak ada lagi foto Nenek yang lainnya..!
Lukisan Potret Wajah punya dua target sekaligus yang harus dicapai. 
1- harus bagus (kualitasnya) 
2- harus persis / mirip wajahnya. 

Melihat kondisi foto contoh yang parah seperti itu, rasanya sangat sulit bahkan nyaris mustahil, untuk membangunnya menjadi sebuah lukisan wajah yang bagus, apalagi persis.


Terbayang kritikan , cacian bahkan pertengkaran antara pelukis dan pemesan, yang mungkin timbul bila lukisan itu gagal atau tidak persis… Biasanya , seperti juga pelukis lain, order seperti ini akan saya tolak karena tergolong sangat beresiko tinggi. Kalau mau cari aman .....yaa ditolak saja.
 Namun setelah seharian di rumah sang artis,  mendengar riwayat suka dukanya bersama sang nenek , dan melihat kecintaanya, apalagi kemudian mendengar bahwa tak ada lagi orang yang sanggup mengerjakan lukisan itu, saya jadi tak sampai hati menolaknya.. apalagi beliau ini mohon  tolong dengan sangat.
Setelah saya menjawab  setuju, agar lebih mengenal secara mendalam, saya minta diceritakan segala sesuatu yang lebih rinci  tentang neneknya, dari berbagai sisi.
Mas Herri, foto ini diambil ketika nenek baru saja sembuh dari sakit, dan dikunjungi keluarga besar, dan  tak lama kemudian beliaupun wafat.. Jadi di dalam foto itu Nenek tubuhnya terlihat kurus dan layu . Wajahnya cekung , tidak segar dan tak bersinar ,  kelihatan seperti orang yang hidup penuh derita… tak ada senyuman. .Ini sama sekali berbeda dengan nenek saya  sebenarnya yang saya kenal selama ini… Apa yang tampak di foto itu adalah pengaruh sakit yang cukup lama.”
“Nenek saya tidak seperti itu… dia adalah wanita kaya, tegar, berwibawa, Mas Herri nanti kalau melukis Nenek  tolong yang dilukiskan adalah ekspresi dan karakter nenek yang sesungguhnya yang saya kenal.  Wajahnya  tegar , berwibawa, , penuh semangat hidup, tegas tapi penuh kasih sayang berpenampilan orang kaya … bukannya ekspresi orang sakit seperti yang di foto ini . Juga tolong dibuat gemuk seperti aslinya, baik tubuh maupun wajahnya dibuat tersenyum,  jangan sedang menderita seperti di foto ini.....”
Selama berjam-jam dia bercerita penuh perasaan tentang Nenek yang sangat disayanginya .. Saya menyimak dengan penuh konsentrasi dan terfokus … sehingga, mulaiiah muncul gambaran wajah dan sosok Nenek itu di mata batin saya,  seolah nyata..  Awalnya  samar-samar saja, semakin lama semakin jelas.. hingga dapat saya kenali dengan baik  ..…  sehingga kelak memudahkan saya melukis potret wajah Nenek ini  
Jadi begitulah… saya pulang dari rumah artis yang baik ini dalam keadaan … “ sudah mengenal neneknya”. Bukan hanya itu, saya juga meminjam sekopor pakaian serta asesori yang biasanya dipakai oleh sang Nenek. Untuk saya lukis langsung.
Sebulan kemudian lukisan "Nenek yang Terkasih" ini selesai  dan saya antar ke Jakarta.  Kebetulan di rumahnya sedang ada acara pengajian, jadi lukisan saya taruh dulu di aula.
Ketika beliau datang dan melihat ada lukisan Neneknya disitu, mendadak tubuhnya lemas dan ia terjatuh  dan lalu bersimpuh di depan lukisan Neneknya, menangis tersedu-sedu sambil mengelus dan menciumi (lukisan) tangan "nenek"nya   .. “… Neneek…. Neneek… oh....Nenekku hidup lagi, aku kangen Neek….”… Ibu-ibu pengajian yang terkejut melihat kejadian itu,  spontan berhamburan mendekat untuk menolong…  Namun setelah tahu duduk masalahnya , mereka mundur untuk memberi ruang  beliau berdua saja dengan “Nenek” nya…  Pengajianpun spontan terhenti untuk sementara waktu…. 
Cukup lama suasana menjadi hening sepi , hanya terdengar suara isak tangis  beliau didepan lukisan sang Nenek yang dikasihinya….  
Sebagai seniman yang melukisnya saat itu aku merasa merinding dan bersyukur,.. dengan ijinNYA.. telah berhasil "memindahkan" gambar yang ada di dalam pikiran sang artis yang baik ini keatas kanvas.... 

Tangisannya...lemasnya tubuhnya yang nyaris pingsan... berbicara lebih banyak daripada kata-kata... bahwa "aku dengan ijinNYA" telah berhasil "menghidupkan" dan "menghadirkan" Nenek nya yang terkasih ke hadapannya... Rasanya terbayar sudah jerih payahku  selama ini.. 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...