Phone:081.667.2417~[]WA: 0813.2899.6666[] Email: herri.solo@gmail.com []Facebook: herri soedjarwanto
halaman
- HOME
- DAFTAR ISI / MENU ~ Kategori Lukisan / Tulisan
- PESAN LUKIS WAJAH ?..di sini..
- PROFIL, Biodata
- HERRI dan DULLAH
- ALBUM FOTO
- Apa itu Lukis Potret Wajah
- CONTACT
- MEMAHAMI REALISME
- PROBLEMA REALIS
- LUKISAN REALISME SOSIAL
- CERITA KEHIDUPAN PELUKIS unik+nyata
- Top Diskusi
- Dari Jalanan Sampai Lukis Presiden
[Sejarah].. Bung Karno dan Rapat Raksasa Lapangan Ikada
![]() | ||
| "Bung Karno dalam Rapat Raksasa Lapangan Ikada 19 September 1945" karya Herri Soedjarwanto |
….Setelah mendengar pidato singkat Bung Karno… maka terjadilah keajaiban tersebut…!!.. Kumpulan massa 300.000 orang yang dianggap fihak Jepang akan sukar dikendalikan, ternyata mau patuh pada Presidennya dan pulang kerumah masing-masing dengan teratur…
Sebagaimana tertulis dalam sejarah, tidak banyak yang diucapkan dalam pidato tersingkat yang pernah disampaikan Soekarno di Lapangan Ikada. Namun apa yang tersirat dalam pidato singkat tersebut sungguh sebuah monumen nasional yang tidak akan dilupakan orang. Semua fihak baik yang mengagung-agungkan dirinya, mencerca dirinya dan mengancamnya selama zaman Jepang dan disekitar Proklamasi, termasuk yang berpikiran naif tentang manusia bernama Soekarno ini, pada akhirnya harus mengakui bahwa Republik ini dalam mengusahakan perjuangan bangsa selanjutnya setelah Proklamasi 17 Agustus 1945 membutuhkan seorang PEMIMPIN NASIONAL yang tidak pernah ada duanya dalam sejarah Indonesia…
"Dullah dan Lukisan Bung Karno yang Tak Selesai" .. dikisahkan oleh Herri kepada detikcom
Terkait dengan Pameran Lukisan Koleksi Istana Kepresidenan, yang berlangsung di Galeri Nasional sepanjang bulan Agustus 2016 .. detikcom menurunkan tulisan tentang Dullah, salah satu pelukis Istana yang karyanya dipamerkan .. Nara sumber: Herri Soedjarwanto, Mikke Susanto (kurator dan pengajar FSR ISI Yogyakarta) dan Tedjabayu (anak Sudjojono) ... Sila baca tuntas ...
http://x.detik.com/detail/intermeso/20160727/Dullah-dan-Lukisan-Bung-Karno-yang-Tak-Selesai/index.php
Silahkan baca kisah-kisah lainnya tentang HERRI dan DULLAH di :
https://herri-solo.blogspot.co.id/search/label/HERRI%20dan%20DULLAH
http://x.detik.com/detail/intermeso/20160727/Dullah-dan-Lukisan-Bung-Karno-yang-Tak-Selesai/index.php
Silahkan baca kisah-kisah lainnya tentang HERRI dan DULLAH di :
https://herri-solo.blogspot.co.id/search/label/HERRI%20dan%20DULLAH
Sketsa Drawing Lukis Wajah Hitam Putih ... Pensil di atas Kertas
contoh JENIS LUKISAN HITAM PUTIH karya Herri Soedjarwanto
CONTOH 1 - 5
Beberapa kali saya mendapat pesanan sketsa/drawing lukis wajah dari daerah-daerah / wilayah yg sebenarnya sangat banyak pelukisnya. Setelah beberapa kali pesan lukisan, dan mulai akrab , saya secara iseng-iseng bertanya:
"Kenapa jauh2 pesan lukisan kesini padahal harganya jauh lebih mahal, berlipat ganda ?.. bukankah di sana banyak pelukis bagus dan tarifnya lebih murah ?"
Lukisan Wajah Hitam Putih.. Pensil di atas Kertas
|
| Herri Soedjarwanto sedang melukis Wajah, Hitam Putih Menggunakan Pensil diatas kertas Canson A3 |
Dipesan dari Jepang..
Saya tak memajang lukis wajah (drawing) hitam putih kecuali cuma satu (diantara puluhan karya saya di internet). Itupun sifatnya hanya melengkapi, maksudnya sekedar contoh bahwa: dibutuhkan pondasi sketsa / drawing yg seperti ini untuk bisa 'membangun' sebuah lukisan oil/acrylic yg seperti itu.
Saya tak memajang lukis wajah (drawing) hitam putih kecuali cuma satu (diantara puluhan karya saya di internet). Itupun sifatnya hanya melengkapi, maksudnya sekedar contoh bahwa: dibutuhkan pondasi sketsa / drawing yg seperti ini untuk bisa 'membangun' sebuah lukisan oil/acrylic yg seperti itu.
Tapi lama-kelamaan saya merasa bersalah. Nggak enak juga, mereka sudah repot2 dan jauh2 kirim foto, tanya ini itu, ujungnya cuma ditolak. (Foto yang terlanjur ditolak menumpuk sudah mencapai lebih dari 20 foto wajah)..
Periode berikutnya saya mulai 'membuka hati' menerima garapan drawing dengan selektif ... salah satunya yg dipesan jauh dari Jepang..
Ketika saya luangkan waktu,... eh.. ternyata seru juga sebagai variasi / selingan, untuk melawan stagnasi dan kejenuhan bikin lukisan besar .. semacam rekreasi .. meskipun cuma sejenak ..
Lihat lukisan terkait dan contoh gambar lebih banyak
lukiswajah2.blogspot.com
https://herri-solo.blogspot.co.id/2016/07/sketsa-drawing-lukis-wajah-hitam-putih.html
Melukis Wajah
Pada hakekatnya melukis potret wajah adalah sebuah fenomena proses pengendalian diri yang luar biasa.
Karena pada dasarnya, memang lebih gampang melampiaskan emosi (energy bathin) yang meluap-luap secara garang , meledak-ledak, liar tak terkendali dan membabi buta, ketimbang menahan emosi, kemudian mengendalikan dan menyalurkan energinya dengan anggun, elegan, terarah dan terfokus..
Karena pada dasarnya, memang lebih gampang melampiaskan emosi (energy bathin) yang meluap-luap secara garang , meledak-ledak, liar tak terkendali dan membabi buta, ketimbang menahan emosi, kemudian mengendalikan dan menyalurkan energinya dengan anggun, elegan, terarah dan terfokus..
Anda bisa bayangkan…
seorang seniman yang terbiasa hidup bebas merdeka lahir bathin.. .
terbiasa melepaskan segala ide dan gagasannya melayang tanpa batas…
terbiasa menumpahkan segala emosi jiwa nya yang menggelora dengan liar dan garang ke atas kanvas…
Dewa Kwan Kong, Lukisan Water colour
![]() |
Herri sedang melukis "Dewa Kwan Kong", cat air (2015)
|
Kali ini ditantang untuk bikin watercolour ...Siapa takut ? .. siapa bisa nolak? ... dapat kesempatan study chinese style, dan dibayar full pula :-) ..
Rasanya kaya' dapet bea siswa ... hehehe :-D ... sangat bersyukur ..
artikel terkait:
klik di sini kisah lengkap
Dewa Kwan Kong,
Lukisan Pande Besi ... Gagasan dan Makna
![]() |
| Herri sedang melukis 'Pande Besi' (2015) |
Belajar dari sepotong besi ...
Ketika ingin berobah menjadi sesuatu ...
maka dia harus rela dibakar membara untuk membuang kotoran yang menempel ..
kemudian rela menerima hantaman palu bertubi-tubi pada saat masih panas
demi membentuknya menjadi sesuatu yang lebih bernilai
Besi berkualitas tinggi ditangan empu / pande yang handal akan menjadi alat, perkakas berkualitas bahkan mungkin menjadi senjata atau pusaka bernilai tinggi..
Sebaliknya besi kualitas buruk hanya akan rusak dan hancur saat dibakar dan digembleng..
Sebaliknya besi kualitas buruk hanya akan rusak dan hancur saat dibakar dan digembleng..
Interview Lukisan Realisme by Mr Duncan Graham.
Mr. Duncan Graham: Award-winning Journalist dari Australia yang kelahiran Inggris, datang ke Solo meliput kegiatan Presiden Jokowi di Hotel Sunan ... Selain itu , beliau juga mampir ke studio untuk interview seputar lukisan realisme sosial..... terkait dengan lukisan saya yang terpilih menjadi cover
buku “ Illiberal Democracy in Indonesia” yang terbit di Inggris .(Penerbit Routledge, 2015)
http://herri-solo.blogspot.com/“Mona Lisa”- nya Leonardo Da Vinci tak ada apa-apanya?
serial: Memahami lukisan realisme.
Dalam sebuah perjalanan saya pernah bertemu seseorang yang bercerita dengan bangga bahwa dia pernah ke Museum Louvre Paris :
’’ Saya sudah melihat secara langsung lukisan Mona Lisa karya Leonardo Da Vinci", katanya, "..terus terang saya tidak terkesan. Saya tak habis pikir kenapa lukisan wanita setengah badan seperti itu, bisa sangat terkenal di dunia, padahal biasa-biasa saja, tak ada apa-apanya... Saya pikir banyak lukisan-gadis di Indonesia bahkan lebih cantik… dan…lebih bagus kualitasnya,” begitu ujarnya dengan sepenuh yakin.. tanpa rasa bersalah.
Begitu landing dan berpisah di bandara Sukarno-Hatta Cengkareng nama dan wajah boss yang “menyenangkan” itu tak pernah saya ingat lagi, namun kata-katanya yang seolah tanpa dosa itu, terus terngiang mengusik pikiran dan perasaan saya..
![]() |
| "Mona Lisa" karya Leonardo Da Vinci |
Begitu landing dan berpisah di bandara Sukarno-Hatta Cengkareng nama dan wajah boss yang “menyenangkan” itu tak pernah saya ingat lagi, namun kata-katanya yang seolah tanpa dosa itu, terus terngiang mengusik pikiran dan perasaan saya..
Dan segera menyadarkan saya bahwa di masyarakatpun banyak pemahaman dan pengertian yang keliru soal lukisan realisme, terutama menyangkut soal bobot, mutu dan kualitas sebuah lukisan..
Mengapa orang bisa begitu salah melihat dan menilai sebuah lukisan ?
Mengapa orang bisa begitu salah melihat dan menilai sebuah lukisan ?
Melukis Pemandangan sekitar Tawang Mangu
![]() |
| "Grojogan Sewu, Tawang Mangu, Solo" Lukisan Herri Soedjarwanto |
Hingga pikiran dan perasaan menjadi segar kembali ... dan siap untuk masuk lagi kedalam garapan Lukisan yang lebih rumit dan berat.
read more... tulisan yang terkait :
http://herri-solo.blogspot.co.id/…/melukis-pemandangan-alam…
http://herri-solo.blogspot.co.id/…/lukisan-pemandangan-alam…
Catatan 19 September : Kisah pelukis Dullah, .. Bung Karno dan Rapat Raksasa Ikada
Oleh: Herri Soedjarwanto , Pelukis Realis Indonesia .. asisten Dullah di Sanggar Pejeng Bali.
![]() |
| "Bung Karno, dalam Rapat Raksasa Ikada 1945" karya Herri Soedjarwanto 2014 |
Sedikitnya ada dua
peristiwa penting pada tanggal 19 September … kelahiran pelukis Dullah 19 September
1919… dan Rapat raksasa Ikada, 19 September 1945… Secara kebetulan, keduanya saling terkait.
‘Rapat Raksasa Ikada’ adalah suatu peristiwa penting pada
masa Revolusi. Dengan tokoh utamanya
Bung Karno. Dullah adalah pelukis kesayangan Bung Karno.. Dullah sering menceritakan kisah
tentang Rapat Raksasa Ikada ini
kepada penulis yang waktu itu menjadi asistennya dan
tinggal seatap dengannya di Sanggar Pejeng Bali.
Rapat Ikada itu termasuk Peristiwa favorit Dullah karena (salah
satu alasannya) bertepatan dengan tanggal kelahiran Dullah, yaitu 19
September. Tak heran , ketika
mempersiapkan Pameran di Jakarta 1979, Dullah bermaksud melukis "Rapat
Raksasa Ikada" sebagai lukisan utamanya, dalam ukuran 200 X 350cm.
Namun karena
satu kejadian, (klik baca detikcom: era Suharto kok bikin Lukisan Bung Karno?) lukisan tersebut tak selesai pada saat pameran. Lukisan
tersebut tetap dipamerkan meskipun baru tahap sketsa dengan sedikit warna dasar
tipis dan sedikit wajah Bung Karno di pusat lukisan.
Sampai saat Dullah
meninggalpun (1996 .... 17 tahun kemudian), bahkan sampai sekarang, lukisan tersebut masih tetap dalam posisi dan
status seperti itu, tak pernah selesai. Meskipun demikian lukisan itu tetap tergantung abadi dengan megah di dinding Museum Dullah, Solo.
“ Wah .. Sayangnya
lukisan ini tidak pernah selesai”, kata seorang pengunjung
Museum Dullah yang juga pecinta seni . “Apakah Mas Herri bisa menyelesaikan lukisan ini ? … maksud saya melukis ulang
lukisan ini di kanvas lain, sehingga
selesai, menjadi seperti apa yang Pak
Dullah maksudkan? … dan apakah ada kendala
secara etika ?“ tanya beliau pada saya.
“Sebagai mantan asisten Dullah, tentu saya bisa , dan saya pikir tak ada kendala secara etika .
Karena …
Pertama : Sangat
jelas bahwa saya tidak sedang
mengcopy lukisan Dullah.. karena lukisan Dullah ini jelas terlihat sama sekali belum jadi… baru mulai sket
awal..sekitar 3 - 5% saja.
Kedua: “Lukisan
ini dibuat Dullah berdasarkan foto dokumentasi
dari kementerian penerangan. Foto dokumentasi tentang Rapat Raksasa Ikada ini sekarang
sudah banyak dimuat dimana-mana , ada di buku sejarah, internet dan sebagainya.
Foto ini sudah menjadi milik publik / domain public.. siapapun bisa menggunakannya
untuk tujuan positif … apalagi untuk menambah perbendaharaan dokumentasi sejarah perjuangan bangsa dalam
mempertahankan kemerdekaan RI . Jadi
seandainya tanpa lukisan Dullah
sekalipun, lukisan ini tetap bisa dibuat
berdasarkan foto-foto dokumenter tersebut“.
Beberapa bulan kemudian, di tahun 2014 tuntas sudah lukisan
“Bung Karno, Rapat Raksasa Ikada 1945” karya Herri Soedjarwanto. ###
Tentang Pelukis Dullah
Dullah adalah seorang seniman lukis Indonesia. Lahir di Solo, 1919 dan meninggal tahun 1996. Dia dijuluki "Pelukis Revolusi", karena ia banyak melukis peristiwa yang berkaitan dengan masa revolusi, ketika mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dullah juga dijuluki pelukis Istana, karena kedekatannya dengan Presiden Soekarno. Selama 10 tahun (1950-1960) ia dipercaya untuk memelihara dan mengawasi benda-benda seni yang tersimpan di Istana Negara, sekaligus menjadi pelukis pribadi Bung Kamo. Ia juga dipercaya menyusun empat jilid buku koleksi lukisan Bung Karno pada tahun 1956; dan 1959. Keempat jilid buku tersebut diterbitkan oleh Pusat Kesenian Rakyat di Beijing, Republik Rakyat China. Selain itu ia menjadi pengasuh Sanggar Pejeng yang bertempat di Puri bekas Istana kerajaan tertua di Bali.
Langganan:
Postingan (Atom)


















