Galeri Lukisan Karya Herri Soedjarwanto

Lukisan Potret Wajah, Figur, Kehidupan, Realisme Sosial,
Pemandangan Alam, Bunga, Alam benda dsb

GALLERY LUKISAN REALISME :
[klik gambar untuk membesarkan.. klik link/tulisan untuk baca kisah / proses]


Melukis Wajah Potret Pengantin..sebuah " Mission Impossible"

"Tatapan Cinta" karya : Herri Soedjarwanto
Koleksi : Museum Rudana, Bali.
Dimuat dalam buku :"Bali Inspires; Masterpieces of Indonesian Art", 
ditulis oleh kurator : Jean Couteau ( Perancis ).


BUKU SENI RUPA (2011)
"Bali Inspires, Masterpieces of Indonesian Arts" 
karya Jean Couteau (Perancis)  
Halaman 281memuat Karya Herri Soedjarwanto 'Tatapan Cinta'.. 
 Halaman sebelahnya (280) , karya Dullah.





"Happy Family", (2013),  karya Herri Soedjarwanto.
Dalam melukis pesanan potret wajah Herri punya komitmen :
Lukisan harus lebih bagus, lebih indah dan 
lebih hidup dari pada foto acuannya.


 

Cara Membuat Lukisan Terlihat Lebih Hidup

MERIAM BAMBU, MAINAN  TRADISIONAL NUSANTARA

"AFFANDI SANG MAESTRO"
LUKISAN REALISME, CATATAN HARIAN di  KANVAS
" Bocah Pinggiran Stasiun " karya Herri Soedjarwanto
Sekumpulan anak jalanan  di sebuah stasiun: penjual koran,
penjaja es lilin,  seorang bocah penyemir sepatu yang ..

Dipesan oleh Sudwikatmono, dihibahkan menjadi koleksi:

Kisahnya bisa dibaca di kliping koran  
 klik di sini Dari Jalanan sampai Lukis Presiden




"Kembang Wijaya Kusuma"




Melukis Wajah / Melukis Foto (Potret) Wajah




Pokok penting dan mendasar yang perlu Anda ketahui

1- Hakekat Melukis (menggambar) Potret Wajah
2- Antara Foto vs Lukisan Potret Wajah
3- Prinsip Dasar Melukis Foto/Potret Wajah
4- Hak dan Kewajiban dalam Lukisan Wajah
5- Tip: Cara sederhana menimbang kualitas Lukisan Wajah
(juga lukisan realism pada umumnya)

[mau PESAN / LUKIS WAJAH ? klik di sini] 
atau pelajari dulu topik ini lebih lanjut...

(III) Lukisan Palsu, dan.. Sistem Mengajar Dullah Dipertanyakan

(III) Sanggar Pejeng Antara Citra dan Realita.
Tanggapan untuk Hardi dan Agus Dermawan T di Majalah Trust & Visual Art
"Anak Singkong (Jurang)" 1982. Karya Herry.S ( Herri Soedjarwanto)
karya periode awal di Bali
lanjutkan baca, banyak contoh lukisan tahun awal
Seorang teman lama bersama beberapa kolektor menunjukkan dua majalah lama,  ‘Trust’ (18-24 April-2005) dan  ‘Visual Art’ (September-Oktober 2012).
“Nih lihat Her, orang diluar sana pada ribut, banyak lukisan Dullah palsu beredar.. Gimana tanggapanmu..?”  
“Lukisan palsu?  no komen … sebab kalau bicara blak-blakan ujungnya pasti  membuka borok teman sendiri. Lagi pula orang Solo banyak yang tahu kok, siapa-siapa yang terlibat pemalsuan, jadi tak perlu-lah tanya ke aku.“
“Oke.. ini bukan soal siapa-nya, … tapi mereka menyangka bahkan menuduh cara mengajar Dullah di Sanggar Pejeng itu salah, sehingga  melahirkan pemalsuan.  Jangan diam dong, kamu kan asisten Dullah dalam mengajar melukis di Sanggar Pejeng ??  Pasti paling tahu dong soal system pendidikan Dullah..?”

ARTIKEL MAJALAH TRUST
Judul :  “Asli atau Palsu Nyaris tak ada bedanya”. Disitu tertulis(pemberian nomor 1-5 disisipkan oleh Herri )

“….Hardi melihat, factor penyebab banyaknya pemalsuan lukisan Dullah adalah system pengajaran di sanggar Dullah sendiri. (1)

(II) Dullah, Herri Soedjarwanto dan Sanggar Pejeng .(update)

Riwayat  

Dullah melukis "Kompi Widodo", Herri yang baru gabung
diminta menjadi modelnya. Sebelumnya ia juga jadi model
  beberapa figur terakhir lukisan Dullah "Jumpa di Tengah Kota"
( update foto, dokumen dan surat lain)
1970- Dullah mengajar praktek melukis di HBS (Himpunan Budaya Surakarta).
1973-Dullah mulai sering tinggal di Ubud Bali , dan diikuti oleh beberapa murid HBS.. Kok Poo , Inanta, Hok Lay dll..yg kerap disebut grup Semarang.
1974-Dari Ubud pindah ke Puri Pejeng, dan kemudian berdirilah Sanggar Pejeng.
1977 akhir,… Herri (19 tahun) berangkat ke Bali, mulai belajar pada Dullah dan  aktif di Sanggar Pejeng.

Saat Herri tiba di Pejeng, sudah ada murid-murid angkatan pertama yang telah belajar pada Dullah selama 7-8 tahun.  Usia mereka antara 30 sampai 40tahun.

(I) Sanggar Pejeng, antara Citra dan Realita


Sebuah pendahuluan

Dullah, Herri dan seorang model
Sanggar Pejeng , sanggarnya Dullah , adalah bagian tak terpisahkan dari perkembangan seni lukis realis Indonesia. Selama ini riwayat Sanggar Pejeng seolah dimonopoli oleh orang atau pihak tertentu saja , sehingga memunculkan citra tertentu yang tak sesuai realitanya. Seolah Dullah atau murid yang lain  tak punya hak bicara , atau memang sudah bicara tapi sengaja tak didengar.

 Pertanyaan yang ingin dijawab dalam rangkaian catatan ini meliputi:

-Apa tujuan Dullah mendirikan sanggar ? Apa saja yang diajarkan Dullah ? -Bagaimana sistem mengajar Dullah ??

Melukis Potret ( Foto ) Wajah Pengantin. “sebuah Mission Impossible..!!”

Pengantin dengan Pakaian Adat Bali
"Tatapan Cinta "karya Herri Soedjarwanto,.
koleksi : Museum Rudana dimuat dalam buku
"Bali Inspires, Masterpieces of Indonesian Arts"
penulis: Jean Couteau, Perancis.
Saya sering  menerima order melukis foto sepasang pengantin dalam pakaian pernikahan , baik  modern maupun tradisionil.  Biasanya mereka  berpesan :  “tak usah buru-buru Mas,  yang penting hasilnya bagus…”  Tapi beberapa hari yang lalu, pertengahan bulan puasa, saya dihadapkan dengan   sebuah ‘mission impossible’…. Ini kisahnya..

Lukisan Wajah Januari-Pebruari 2014

"Kasih Ibu" Karya Herri Soedjarwanto, 2014. 
  Dilukis dari foto berumur 50 th lebih, hitam putih, 
Lukisan ini dipesan oleh sang bayi yang ngedot,..
 yang sekarang telah menjadi seorang boss.






"Kasih Ibu"
Tugas utama seorang ibu adalah mendidik , menyayangi dan membimbing anak manusia.. kualitas sebuah generasi manusia tergantung pada kualitas ibu-ibu mereka..  Ibu-ibu yang memiliki sifat penuh kasih sayang,  cerdas, dan sabar dalam mengasuh anak, akan menghasilkan sebuah generasi cemerlang...

Melukis foto hitam putih menjadi berwarna.
 Secara umum, melukis dari foto berwarna menjadi lukisan berwarna itu adalah hal biasa . Begitu juga melukis dari contoh foto hitam putih menjadi  lukisan  hitam putih  itu biasa… relative tidak sulit. Karena tinggal menyalin saja.

Tapi melukis dari foto hitam putih menjadi Lukisan Berwarna itu baru .. sulit…
Apa lagi Kalau foto hitam putih itu figure / wajah manusia, maka itu  lebih sulit …

Lukisan Wajah Nopember-Desember 2013


Mohon maaf, Lukisan ini terpaksa dipasang dengan menyembunyikan wajahnya.   
Pihak pemesan keberatan jati dirinya dipublish karena alasan privacy.  
Di sisi lain, saya perlu menunjukkan kepada para pihak yangsedang antri  memesan lukisan., bahwa,  kemarin sedang fokus mengerjakan  lukisan ini. Agar beliau-beliau bisa mengerti dan bersabar.  
  Jadi sebagai jalan tengah : saya tayangkan lukisan ini dengan menyembunyikan  identitasnya.  
Yang penting Anda masih bisa 'mengintip' kualitas garapannya. :-)  
Mohon maaf dan mohon pengertiannya.

Herri Soedjarwanto, dulu Herry.S .. dan pernah Herri Soedjarwo

Th 1977 (umur 19 th)...Ketika pertama kali datang ke Bali dan menghadap Pak Dullah untuk memohon belajar melukis, beliau menayakan nama saya.. Ketika saya jawab.. Herri Soedjarwanto.., pak Dullah menyahut sambil berseloroh:

"Namamu kepanjangan, sulit diingat, sulit dikenal... Coba perhatikan orang-orang terkenal, namanya kan pendek-pendek.. Bung Karno, Bung Hatta, Gandhi, Dullah, Affandi, R,Saleh, Rembrandt dst... Ya sudah kamu pake nama Herry.S saja ya..??  nama yg sangat familiar mudah diingat." kata pak Dullah sambil menuliskan namaku di buku catatannya.
Saya tak membantah, meskipun tahu bahwa banyak juga nama yang panjang dan terkenal, sebab karyanya memang layak diingat.

Jadi sejak itu saya pakai nama Herry. S, untuk lukisan. Kemudian karena banyak sekali ketemu yang memakai nama Herry.S.agar beda menjadi Herry Soedjarwanto. Pernah juga (sebentar) pakai penggalan nama ayah saya : Herry Soedjarwo, agar tak terlalu panjang.

20-30 tahun kemudian , ketika saya masuk arus jaman internet, baru terasa nama Herry .... selalu ditolak untuk bikin email/akun / user name..karena sudah terlalu banyak. Di buku telpon saja nama Herry. S bisa ratusan apalagi di  google, yahoo, Facebook dsb..

Jadi untuk aman dan memudahkan urusan surat-surat, saya pake nama sesuai akte kelahiran: Herri Soedjarwanto yang kebetulan tak ada yang menyamai di dunia maya.

Lukisan ini pernah di Balai Lelang Sotheby

"Momong Adik" karya Herri Soedjarwanto
dikoleksi oleh:  Sudwikatmono.........
masuk balai lelang Sotheby ...

Dullah dalam kenangan Herri Soedjarwanto



" Kalau cara nggambarmu nonstop -siang malam sampai pagi - seperti ini, .. nampaknya kamu akan sangat cocok dengan pak Dullah.. beliau kalau melukis juga sampai pagi... "..kata para pelukis tua 

Hari ini tanggal 19-September. Tiba-tiba saya teringat  pak Dullah… 19-9-1919 ..Yaa.. susunan  angka yang sangat istimewa ini adalah hari kelahiran Dullah, pelukis Istana RI semasa Presiden Soekarno (Bung Karno).

Lukisan Realisme-Naturalisme yang Bagus itu seperti apa?*

"Kakek Merokok" Karya Herri Soedjarwanto
Secara sederhana sebuah lukisan realism-naturalism setidaknya dapat ditinjau dari dua aspek. Pertama, dari aspek penggarapan visual yang kasat mata dan kedua: aspek muatan ide, gagasan, isi pesan, makna dan sebagainya yang  tak kasat mata

Kisah unik dan nyata: Membanting pintu pelukis Dullah.!!

Pelukis Dullah+karyanya: "Ibu Dullah"
Dullah dikenal sebagai pelukis Istana Presiden RI pada masa Bung Karno. Dia mendirikan “Sanggar Pejeng”,  yang menempati  bangunan bekas  Hotel  Puri Pejeng  yang sudah mati. Letaknya di dalam Puri Pejeng, bekas kerajaan tertua di Bali. Banyak orang / pelukis jauh-jauh datang untuk belajar melukis disana. 

Di ujung akhir tahun 1977, Herri Soedjarwanto adalah murid Dullah yang termuda dan baru saja datang di desa Pejeng. Ini kisah nyata ketika baru beberapa hari disana.

Melukis Pemandangan Alam: Hutan, Gunung, Sawah, Pedesaan... Go Green, Back to Nature

Alam adalah Guru yang terbaik, kaya warna,
sumber dari segala rahasia ilmu melukis.


" Suasana Pagi, Desa di kaki Gn Agung, Bali."
Karya: Herri Soedjarwanto, koleksi:
Fine Art Gallery ; Museum Rudana, Bali.
Belajar dari Alam
Seorang pengajar seni rupa menemui saya untuk belajar  melukis potret wajah. Saat itu saya sedang melukis pemandangan alam, dan kebetulan jadi sangat  bagus.
Saya katakan padanya: “ Lukisan ini kualitasnya tinggi dan berbobot,  apakah bisa anda rasakan..?”

“ Mohon maaf mas Herri, saya tak suka dengan lukisan pemandangan.  Saya ke sini untuk belajar  pewarnaan lukis wajah, … bukan pemandangan..”
Itu jawaban yang  benar !!benar-benar salah , maksud saya..!!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...