Apakah Goresan Berpengaruh pada Lukisan Realisme ?

(Jawaban pertanyaan dari FB dan G+)

Contoh bermacam goresan pada lukisan Herri Soedjarwanto, dari yang halus sampai kasar
... dan campuran keduanya (halus dan kasar) terdapat dalam sebuah lukisan

Pada umumnya banyak yang salah pengertian tentang  "goresan" dalam sebuah lukisan realisme ..

(Pertanyaan Kurnia Adi di status FBku yll.. juga teman yg lain di G+): maaff sebelumnya pak HERRI, mau tanya ni pak....
,,,apakah goresan dalam lukisan realis berpengaruh pada bobot atau nilai dalam lukisan tersebut...,,mohon penjelasannya pak herri, juga bagmna goresan yg tapat ,hanya sekali lebih bagus atau lebih,,atau juga harus nunggu kering .. begitu pak herri,,, matursuwun

JAWAB:
Yaa.. betul mas Kurnia Adi,  secara tehnik , goresan sangat berpengaruh pada penilaian baik dan  tidaknya sebuah lukisan realisme...tapi musti diingat goresan bukanlah satu2nya..  ada unsur lain: skets bentuk, komposisi, tone dan warna,  yang apabila semua itu baik, maka baguslah lukisan itu .....

Masalahnya banyak orang yang tidak benar2 tahu apa itu "goresan" , sehingga pengertiannya menjadi rancu...  Mari kita lihat.

Secara mudah, ada dua macam : goresan yang kasar dan goresan halus /lembut..
Di sini kerancuan sering muncul : Goresan kasar sering dipuji sebagai goresan yang kuat.. sedangkan goresan lembut halus dituduh sebagai goresan lemah...  Benarkah demikian ? .. Salah Kaprah.. !!

Lihat para Maestro abadi milik dunia ini  (sekedar menyebut sedikit  nama saja)
Leonardo Da Vinci, Ingres, Vermeer, Peter Paul Rubens adalah Maestro dunia yang goresannya halus lembut.

Rembrandt van Rijn masa muda goresannya halus... Rembrandt usia tua goresannya kasar..

Thomas Gainsborough, acap kali menggabung kan goresan halus dan kasar dalam satu bidang lukisan , tergantung kebutuhan obyek lukisannya apa.........

Nah sampai disini kita tentunya sepakat doong, bahwa : goresan kasar maupun goresan halus lembutnya para maestro dunia tsb diatas semuanya pasti adalah GORESAN KUAT.

Lalu goresan yang lemah itu contohnya yang mana?
Supaya gampang memahami, contohnya dibalikkan secara ekstrim saja.... Coba lihat karya teman2 yang baru belajar, akan Anda temui goresan2 yang masih lemah. Mereka yang goresan  kasar : terasa itu hanya coba2 nekat sedikit ngawur, nggak pas. Yang goresan halus lembut, karena  sangat hati2, takut menggores  akhirnya cuma digosok/ didusel halus.. bukan digores lagi.

Jadiii: Goresan kasar : ada yang kuat, ada yang lemah. Begitu juga goresan halus ada yang kuat , ada yang lemah..

Tak soal apakah goresan kasar atau lembut, ( itu hanya karakter pelukis atau kebutuhan lukisannya saja ) ...Goresan yang kuat,  lugas, tegas,  spontan tanpa ragu dan tepat mengikuti alur anatomi obyeknya, akan membuat sebuah lukisan realisme tampak kuat dan bernilai tinggi,

Tapi yaa... untuk sampai kesitu butuh kerja keras, latihan keras .. yang butuh ribuan jam terbang....
kerja keras, kerja keras dan kerja keras ...

Salam budaya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...