Phone:081.667.2417~[]WA: 0813.2899.6666[] Email: herri.solo@gmail.com []Facebook: herri soedjarwanto
halaman
- HOME
- DAFTAR ISI / MENU ~ Kategori Lukisan / Tulisan
- PESAN LUKIS WAJAH ?..di sini..
- PROFIL, Biodata
- HERRI dan DULLAH
- ALBUM FOTO
- Apa itu Lukis Potret Wajah
- CONTACT
- MEMAHAMI REALISME
- PROBLEMA REALIS
- LUKISAN REALISME SOSIAL
- CERITA KEHIDUPAN PELUKIS unik+nyata
- Top Diskusi
- Dari Jalanan Sampai Lukis Presiden
Dullah dalam kenangan Herri Soedjarwanto
" Kalau cara nggambarmu nonstop -siang malam sampai pagi - seperti ini, .. nampaknya kamu akan sangat cocok dengan pak Dullah.. beliau kalau melukis juga sampai pagi... "..kata para pelukis tua
Melukis Pemandangan Alam: Hutan, Gunung, Sawah, Pedesaan... Go Green, Back to Nature
Alam adalah Guru yang terbaik, kaya warna,
sumber dari segala rahasia ilmu melukis.
Belajar dari Alam
Seorang pengajar seni rupa menemui saya untuk belajar melukis potret wajah. Saat itu saya sedang melukis pemandangan alam, dan kebetulan jadi sangat bagus.
Saya katakan padanya: “ Lukisan ini kualitasnya tinggi dan berbobot, apakah bisa anda rasakan..?”
![]() |
| " Suasana Pagi, Desa di kaki Gn Agung, Bali." Karya: Herri Soedjarwanto, koleksi: Fine Art Gallery ; Museum Rudana, Bali. |
Saya katakan padanya: “ Lukisan ini kualitasnya tinggi dan berbobot, apakah bisa anda rasakan..?”
“ Mohon maaf mas Herri, saya tak
suka dengan lukisan pemandangan. Saya ke
sini untuk belajar pewarnaan lukis
wajah, … bukan pemandangan..”
Itu jawaban yang benar !!…benar-benar
salah , maksud saya..!!
Mengajar Menggambar Mahasiswa L A , sebuah Kisah Nyata . . .
Tentang :
- Tiada hari tanpa menggambar, kapan saja , dimana saja
- Mengatasi rasa takut menggambar
- Tiada hari tanpa menggambar, kapan saja , dimana saja
- Mengatasi rasa takut menggambar
- Dari tak pede menjadi super pede dalam 4 minggu
![]() |
| "Putri , umur 5 tahun", (cropping ), salah satu dari 4 lukisan "Putri" karya Herri Soedjarwanto. Lukisan lainnya yang terbesar & historis naratif, dipasang di rumahnya di Beverly Hills, California. |
Seorang boss di Jakarta bercerita bahwa putrinya telah lulus dari Beverly Hills High School California dan kemudian melanjutkan studinya ke Graphic Design di sebuah College of Art and Design yang terkenal di Los Angeles, California, yang mahasiswanya berdatangan dari seantero penjuru dunia.
Di tahun ke dua , muncul “masalah besar” bagi sang putri, yang membuatnya stress, panic dan menangis, setiap menelpon papinya di Jakarta.
LUKISAN WAJAH Ibunda Tercinta, "Mission Impossible" Jilid 2
![]() |
| "Ibunda Tercinta" (2013) karya Herri Soedjarwanto |
Saya hampir saja menolak pesanan ini, karena waktu kerjanya yang terlalu pendek, hanya tersisa tiga setengah (3,5) hari saja, untuk lukisan yang normalnya butuh 10 - 14 hari kerja.
Pesanan Lukisan Khusus & Ribet yang ditolak Basuki Abdullah..
Beberapa tahun silam, seorang pengusaha yang menyandang gelar kehormatan dari keraton Surakarta ( zaman PB XII), bermaksud membuat dua buah lukisan.
1- Lukisan pernikahannya ( tahun 60-an).
2- Lukisan keluarga pada saat ini (1985-87) lengkap beserta ke empat putra putrinya.
Beliau mengatakan, sudah memesan lukisan ini ke Basuki
Abdullah, tapi Basuki Abdullah menolak.
Setelah itu beliau mencari pelukis lain kesana kemari, tapi tak ada yang cocok, akhirnya seorang temannya mengajak ke tempat saya..
Setelah itu beliau mencari pelukis lain kesana kemari, tapi tak ada yang cocok, akhirnya seorang temannya mengajak ke tempat saya..
Perjalanan Panjang Sebuah Lukisan
Bayi Rakyat, Lukisan yang Mampu Berjalan Sendiri
![]() |
| "Bayi Rakyat" (1981-83) oil/canvas, 90 x 120cm, karya: Herri Soedjarwanto. Koleksi Boss BNI... pindah tangan ke kolektor di Amerika |
Beberapa waktu yang lalu saya terima email dari
Amerika, dia seorang
kolektor. Dia punya karya beberapa pelukis senior Indonesia, dan tentu saja pelukis Amerika. Kita saling berbalas email, dan ini terjemahan bebasnya :.
“ Saya tiba di Website Anda secara kebetulan. Senang sekali
saya bisa menemukan Anda . Saya punya beberapa lukisan Anda, saya beli dari
seorang kolektor senior di Indonesia
(Jakarta) beberapa tahun yang lalu. Salah satunya adalah “Bayi Rakyat” yang kebetulan
saya lihat di blogspot Anda. Saya rasa itu adalah salah satu karya masterpiece
Anda”.
Tentu saya sangat bersyukur mendengar kabar tersebut.
Ternyata sebuah lukisan yang kuat akan mampu menemukan dan menempuh jalannya sendiri bahkan tanpa usaha dan campur tangan pelukisnya.
Tentu saya sangat bersyukur mendengar kabar tersebut.
Ternyata sebuah lukisan yang kuat akan mampu menemukan dan menempuh jalannya sendiri bahkan tanpa usaha dan campur tangan pelukisnya.
Lukisan Realisme Sosial, Narrative, Kolosal, karya Herri Soedjarwanto.
Ada banyak lukisan saya buat untuk mencatat banyak hal yang terjadi yang terekam oleh pikiran dan perasaan saya. Hal itu bisa saja suatu hal yang sangat remeh temeh, atau sebaliknya bahkan sesuatu yang sangat luar biasa.... Buat saya, apapun halnya , itu bukan masalah. Yang penting adalah, apapun itu harus dikerjakan dengan serius, sungguh-sungguh dan antusias tinggi.. Karena seni ( lukis realis ) yang tinggi hanya bisa dicapai dengan kondisi mental seperti itu.
Ironi Orde Baru dalam 3 Lukisan
Kali ini saya tayangkan tiga lukisan karya saya yang mencatat hal dan kejadian yang rada serius di negeri ini .. Banyak hal bisa saya jelaskan mengenai tiga lukisan ini, tapi saya belum sempat,.. jadi, sementara... biar saja mereka bertiga bicara sendiri.. kan... katanya.. satu gambar bicara lebih dari sejuta kata...? : ) ....
"Pak Harto Si Anak Desa" (1997 ), oil on canvas, 160 x 100cm, lukisan karya: Herri Soedjarwanto
koleksi : Bpk. Sudwikatmono, dihibahkan ke: Museum Purna Bhakti Pertiwi (museum Pak Harto), TMII, Jakarta.
"Krisis di Titik Kritis"
(Februari-1998 ) Arang diatas kanvas.
160 x 100 cm
Karya: Herri Soedjarwanto.
note: Setelah lukisan ini selesai dibuat, dipamerkan, dan dimuat resensinya di media masa ... sebulan kemudian pecah peristiwa kerusuhan Mei '98.
Berikut ini kliping koran yang berisi resensi tentang lukisan ini,
(klik koran untuk membesarkan)
"Tinggal Landas, Tinggal Amblas"( 1998-99 ) Mix media on canvas. 126 x 180 cm
lukisan karya: Herri Soedjarwanto, dikoleksi oleh keluarga Setiawan Djody.
Lukisan ini masuk Finalis Kompetsi Seni Lukis Nasional,YSRI-PHILIP MORRIS 1999.( 100 lukisan terbaik dari sekitar 3000an karya yang dikirim ke panitia ). Dimuat dalam katalog dan ikut dalam pameran bertajuk : "A STROKE of GENIUS" disponsori oleh Philip Morris.
Lihat Lukisan Realisme Sosial karya Herri yang lain :
( klik pada judul ) :
" Kami Anak Indonesia juga ...lhoo.." ( bocah stasiun, anak jalanan, bayi rakyat )
Stop Kehancuran...Bersatu.. Selamatkan Generasi ... (..dan Bung Karno pun menangis..)
Lukisan Keindahan Cinta, KasihSayang dan Kebahagiaan
Lukisan Pesanan Khusus yang Unik
Intro:
Sejatinya lukisan pesanan tak ada bedanya dengan lukisan karya pribadi. Yang penting adalah kualitasnya. Asalkan bagus, tinggi kualitasnya, ia berhak berada di tempat tinggi , mendapat penghargaan tinggi, bersanding dengan karya lukis tingkat tinggi yang manapun.
Lihat saja : Mona Lisa-nya Leonardo Da Vinci.
Night Watch-nya Rembrandt Van Rijn,
Marie de Medici-nya Peter Paul Rubens....(dan masih buaanyak lagi).. itu semua adalah karya
-karya Agung Dunia, yang dibuat berdasarkan pesanan ...Nah...renungkan..dan coba pikir ulang...semoga yang suka memandang rendah lukisan pesanan segera bertobat..dan diampuni dosanya..(he-he-he-he..)..
Lukisan Potret Keluarga Bahagia.
![]() |
| "Happy Family", (2013), karya Herri Soedjarwanto. Dalam melukis pesanan potret wajah Herri punya komitmen : Lukisan harus lebih bagus kualitasnya, lebih indah dan lebih hidup dari pada foto acuannya. |
Sejatinya lukisan pesanan tak ada bedanya dengan lukisan karya pribadi. Yang penting adalah kualitasnya. Asalkan bagus, tinggi kualitasnya, ia berhak berada di tempat tinggi , mendapat penghargaan tinggi, bersanding dengan karya lukis tingkat tinggi yang manapun.
Lihat saja : Mona Lisa-nya Leonardo Da Vinci.
Night Watch-nya Rembrandt Van Rijn,
Marie de Medici-nya Peter Paul Rubens....(dan masih buaanyak lagi).. itu semua adalah karya
-karya Agung Dunia, yang dibuat berdasarkan pesanan ...Nah...renungkan..dan coba pikir ulang...semoga yang suka memandang rendah lukisan pesanan segera bertobat..dan diampuni dosanya..(he-he-he-he..)..
Melukis Realisme, Tak Sekedar Memindahkan Gambar
Kisah lukisan sederhana yang memberiku pelajaran penting
![]() |
| "Foto Kenangan" (1979/1980) Karya Herri Soedjarwanto Dikoleksi : Boss BNI Pusat Jakarta (Lukisan ini dibuat dengan melukis model dan obyeknya langsung, tanpa bantuan foto sama sekali. |
(1) cerita dibalik terciptanya lukisan dan proses pembuatan.
Suatu hari di masa lalu, seorang pelukis tua di Solo yang nge-fans berat padaku (?!..wah..?? GR nih.. hehehe..) .. datang ke rumahku dengan membawa seorang pemuda yang kira-kira sebaya denganku.
“Dik Herri, ini keponakan saya , putus dari ASRI Jogja. Orang tuanya ingin dia ikut saya belajar melukis. Tapi kalau cuma belajar sama saya, bisa dapat apa dia?.. Makanya saya ajak kemari, saya titipkan dia pada dik Herri, untuk belajar melukis di sini saja.
Syukur-syukur kalau nanti bisa ikut ke Bali .”
Syukur-syukur kalau nanti bisa ikut ke Bali .”
GALLERY LUKISAN POTRET WAJAH / Lukisan Wajah
Lukisan Wajah / Lukisan photo ( foto ) Potret Wajah adalah lukisan dengan obyek wajah seseorang.
Melukis photo / foto / potret wajah secara tehnik termasuk yang paling sulit dibandingkan dengan melukis obyek lain. Kenapa ??
[mau Pesan / LUKIS WAJAH? klik di sini]
Melukis photo / foto / potret wajah secara tehnik termasuk yang paling sulit dibandingkan dengan melukis obyek lain. Kenapa ??
[mau Pesan / LUKIS WAJAH? klik di sini]
Membajak Sawah, Sebuah Pengabdian Panjang.
karya : Herri Soedjarwanto
( lukisan ini mengingatkan.. bahwa kita orang kota...terus hidup, karena memakan sesuatu yang tumbuh di lumpur bercampur kotoran dan keringat, yang diinjak kaki para petani dan hewan ternaknya.).
Nyaris punah....:(
Catatan: Tahun 2003 di Bali sudah mulai sulit menemukan orang membajak sawah menggunakan sapi mereka beralih menggunakan mesin traktor, yang jauh lebih praktis, cepat dan ekonomis. Desa Pejeng, salah satu desa yang (waktu itu ) mewajibkan warganya untuk tetap mengunakan sapi, karena alasan pemerataan rezeki..Jadi para pemilik sapi masih bisa tetap bekerja, cari nafkah di sawah, meskipun tak punya lahan.. Tapi entah sampai kapan desa Pejeng bisa bertahan..?
Hanya soal waktu.. pemandangan unik dan eksotik.. membajak sawah dengan sapi.. ini akan makin langka..dan akhirnya punah,.. kelak hanya bisa kita lihat di buku-buku Guide To Bali… Semoga tidak..!!
Membajak Sawah, Sebuah Pengabdian Panjang
Masih sangat pagi, baru transisi dari gelap ke terang , masih dingin, masih enak tidur, ada orang berteriak didepan rumah, disebelah jendela..:” mas Herriiii , banguuun …, ayo kesawaaahh .. mbajaaakkk…”.
Kutengok, pak Made lewat, memanggul bajak di pundaknya sambil mengikuti langkah kedua sapinya … Setiap pagi lelaki tua ini
Langganan:
Postingan (Atom)

















