Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Kanjeng Ratu Kidul, Penguasa Laut Selatan ( *update )

"Kanjeng Ratu Kidul" (150x120cm) karya Herri Soedjarwanto
Difoto indoor dengan memakai lampu blitz / flash
Lukisan ini dipamerkan dalam Pameran Seni Rupa

"Ratu Kidul dan Dunia Mitos Kita" 
di Balai Soedjatmoko ( Bentara Budaya-nya Solo) tgl 24-30 April 2010, dan dimuat di katalog pameran.

Pameran dikuti pelukis senior yang cukup ternama seperti Djoko Pekik, Ivan Sagito, Nasirun, I Gusti Nengah Nurata, Suatmadji dan lain-lain.

(klik disini untuk melihat resensinya di  kompas.com) 
 Catatan: Agak mustahil bagi anak Jawa untuk tak mengenal atau  tak pernah dengar sama sekali tentang mitos  yang sangat melegenda : Nyi Roro Kidul. Setidaknya dari yang saya alami sendiri, ada tiga episode berbeda dalam pikiran dan perasaan saya, yang merupakan proses belajar dan pencerahan diri dalam menyikapi ‘keberadaan’ Nyi Roro Kidul.

Kanjeng Ratu Kidul (croping), difoto outdoor tanpa blitz.
(sebagai perbandingan warna)
Ketika masih bocah , ditanamkan dalam benak saya bahwa Nyi Roro Kidul adalah sosok yang sangat menakutkan, penculik anak, pembawa sial, penebar penyakit, pertanda kematian, pencabut nyawa dan masih banyak lagi predikat negative lainnya yang seram-seram. Sosok yang  muncul dalam gambar pikiranpun sangat menyeramkan, seperti tampilan nenek sihir dalam dongeng dan diiringi para tentara lelembut yang ganas menyeramkan.

Beranjak muda remaja, mulai muncul gambaran Nyi Roro kidul yang cantik tapi masih tetap dengan sifat yang menakutkan...Bayangan tentang sifat yang menakutkan inipun berangsur menipis, bahkan sosok Nyi Roro Kidul sendiri berangsur hilang (bukan terhapus), sembunyi dari pikiran sadar.

Hal ini terjadi bukan karena “mengerti”, atau mendapat info yang benar, tapi lebih  karena dilawan dan ditekan keras oleh rasio, dan ‘akal sehat’ yang dengan arogan (seolah) ‘selalu menang dan benar’ dengan mengatakan :”.. ah itu kan hanya mitos yang dibuat untuk tujuan politis...”

Setelah lewat waktu yang panjang, secara kebetulan dan tak sengaja, sering kontak dengan orang-orang yang “ngerti”dunia lain, maka mulai terbuka mata hati ini.  Saya menjadi tahu bahwa ada dua sosok yang berbeda, Nyi Roro Kidul dan Kanjeng Ratu Kidul.

            Konsep Lukisan:
Beliau Kanjeng Ratu Kidul adalah seorang Ratu yang sangat cantik jelita, seorang wanita sakti yang baik hati, mempesona, berakhlak mulia, lurus dan kuat keimanannya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Keberadaan  Sang Ratu yang mulia dan mempesona ini menarik perhatian bangsa lelembut /makhluk halus/ jin. Mereka menilai beliau akan mampu memimpin, mengajari, mengarahkan bahkan menyelamatkan mereka sampai ke akhirat, saat kiamat nanti. Merekapun bersepakat memohon beliau untuk menjadi Ratu mereka.

Dengan ikhlas beliau menerima dan berpindah dari alam manusia ke alam gaib di laut selatan.. Maka jadilah Kanjeng Ratu Kidul yang mulia ini menjadi penguasa para lelembut , bertahta di Laut Selatan

Sedangkan yang selama ini membuat citra negative dengan isu-isu menakutkan  adalah sang patih / senopati Kanjeng Ratu Kidul yang ber nama Nyi Roro Kidul, atau pengikut dan peniru yang lain yang mengaku-aku. Karena (mungkin) itu memang ‘tugas asli’ kaum mereka untuk  menyesatkan manusia yang ‘sengaja minta disesatkan”… entahlah …wallahu alam. ( herri soedjarwanto )


( info :Lukisan ini dan kisah pembuatannya,  dimuat di majalah Misteri nomor 493, edisi awal Agustus 2010. Halaman 120-121. ) Mau lihat/baca? silahkan klik kanan gambar majalah di bawah ini.





Herri Soedjarwanto demo melukis di Bali (InterContinental Bali Resort, Jimbaran)

Herri melukis Tari Oleg saat menari, dilanjutkan pose duduk.
 Pertengahan November 2009 yang lalu Herri Soedjarwanto  diundang oleh Museum Rudana- Bali, untuk mengikuti pameran bertajuk The Spirit of Balinese Art. Pameran yang diadakan di Intercontinental Bali Resort, Jimbaran Bali itu diikuti oleh para pelukis Indonesia terkenal seperti Srihadi Sudarsono, Nyoman Gunarsa, Made Wianta dan lain-lain.

Sebagai satu-satunya pelukis realis, Herri Soedjarwanto didaulat untuk demo melukis langsung dalam acara penbukaan dan penutupan pameran, ditengah-tengah para tamu undangan asing dan pejabat yang hadir.

Hasil akhir lukisan  "Oleg Tamulilingan" karya Herri
Pada pembukaan pameran obyek lukisannya penari Oleg Tamulilingan yang sangat lincah. Pada awalnya Herri melukis langsung penari Oleg yang sedang menari menyambut tamu dan sekaligus membuka seluruh rangkaian acara Pameran. Kemudian setelah tarian usai, dia lanjutkan lagi dengan mendudukkan kedua penari berpose diatas panggung di tengah ruang pamer yang memang disediakan untuk itu..

Herri Soedjarwanto melukis Tari Kecak on the spot.
Pada saat penutupan pameran, di hari terakhir, Herri melukis langsung lagi. Kali ini obyeknya  Tari Kecak yang sedang berlangsung sangat seru... Mau tahu bagaimana?..klik disini untuk berita dan gambar  dari sumber aslinya.
Hasik akhir lukisan : "Tari Kecak" karya Herri
Lihat liputan berita bergambar lengkap di majalah berbahasa Inggris :

Leonardo da Vinci, Dullah & Affandi vs S.Sudjojono ?? …ah..enggaakk…

"affandi sang maestro"  karya herri soedjarwanto
Affandi sang Maestro lukisan Herri Soedjarwanto
Lukisan potret wajah Affandi
karya Herri Soedjarwanto. Sketsa pertama
dibuat langsung dg model Affandi,
di Museum Affandi, Jogja.
"Wahai seniman, engkau adalah milik dirimu sendiri. Dalam kesendirianmu itulah terletak kekuatanmu… kalau kau berteman dengan satu orang , maka engkau hanya memiliki separuh dari dirimu.. Semakin banyak teman yang kau miliki semakin sedikit kau memiliki dirimu…yang berarti semakin sedikit pula kekuatanmu…"(Leonardo Da Vinci )

Saya anak muda yang masih 'ijo' ketika membaca buku catatan harian Giovanni Beltrafio murid Leonardo Da Vinci. Di satu bagian dia menceritakan bahwa dia dan teman-temannya mendengar wejangan sang guru, yang seniman dan manusia besar itu,... (seperti yang tertulis diatas).
Nah… kebayang kan?.. gimana pengaruh sabda "nabi"nya seniman setingkat Da Vinci itu buat seniman pemula, belasan tahun yang masih labil dan butuh pegangan kaya' saya ?..( kalau pakai contoh mutakhir... ibaratnya ketemu tokoh "kharismatik" seperti Nurdin M top, maka ...disuruh bunuh diri ngebom pun nurut saja..)

Jadi, mulai saat itu saya hidup dalam 'kesendirian' karena ingin 'kekuatan penuh', full power.. konsentrasi, focus agar bisa menciptakan karya yg lebih kuat. dan lebih cepat selesai…
Waktu itu saya sudah hidup seatap dengan Dullah (pelukisnya Bung Karno) di Bali, disebuah desa terpencil, desa Pejeng…
Tiap hari saya saksikan dan saya temani pak Dullah melukis dari pagi hingga esok pagi lagi.., tidur hanya 2 jam setelah subuh dan 2 jam di sore hari…( dalam arti harafiah…sungguh.. nggak bohong ).. Situasi dan kondisi semacam itu , dan dicontohkan langsung oleh pak Dullah, tentu saja sangat kondusif menyuburkan pemahaman saya tentang wejangan Da Vinci diatas.

Suatu hari pak Affandi mampir ke Sanggar Pejeng. Saya Tanya, apa rahasianya agar bisa sukses jadi pelukis seperti beliau… "… ada 3 hal agar sukses". Kata beliau ." Satu: kerja keras… dua : kerja keras… dan kemudian ke tiga : kerja keras …!!"
Nah… tentu kata-kata pak Affandi ini semakin menambah keyakinan saya terhadap siklus :' kesendirian ' kekuatan penuh ' kerja keras ' sukses....
Sampai suatu kali saya melihat kisah tetangga saya.


"menempa besi" karya herri soedjarwanto

Tetangga jauh saya ini, orang desa Pejeng asli, ingin anaknya sekolah tinggi, selain kebanggaan juga agar bisa merobah nasib keluarga..Maka dia jual sapi dan sedikit tanahnya, untuk membeayai anaknya kuliah di Denpasar. Berapa tahun kemudian si anak di wisuda, jadi sarjana.. tapi tak lama kemudian ia pulang lagi ke desa dan kembali menggembala sapi seperti dulu..!!.

Ternyata, anak baik ini sadar pengorbanan orang tuanya, ia tekun sekali belajar, kutu buku, sampai kurang bergaul, tak punya teman, sendirian dan tak mampu beradaptasi dengan kehidupan kota…

Saya agak goyah, apa Da Vinci salah? saya renungkan ulang kata-katanya…

Masa-masa itu, saya bertemu S.Sudjojono ( bapak senilukis modern Indonesia ), yang sedang melukis di Bali. Pada beliau saya tanya hal yang sama, kiat sukses pelukis.. dan Sudjojono menjawab:
" Ada dua…: 1- Kwalitas karya. 2- Tersebar luas. Kedua-duanya harus bersamaan… Kwalitas bagus tapi hanya tergantung di dinding kamar thok , ya tak bisa sukses.. sebaliknya tersebar luas, tapi kwalitasnya buruk, ya malah jadi bumerang.. ya jatuh...

Tiinggg…ada sedikit pencerahan,..jadi yang dimaksud Da Vinci dengan kata-katanya diatas adalah untuk pencapaian kwalitas... Sedangkan tersebar luas, menunjuk kearah pergaulan ,pertemanan , jaringan… dan seterusnya..ya harus di upayakan.. apalagi di jaman internet seperti sekarang ini.. Tentu takkan mau kita, punya karya berkwalitas tapi tak ada yang tahu karena tak tersebar luas...

Jadi… Da Vinci nggak salah… tapi… akunya saja yang bodo, menelan mentah kata-kata.... Jadi ?… renung kan saja sendiri, …saya tahu dan yakin Anda lebih pintar daripada saya...

Lukisan Realisme, sebuah "Catatan Harian" di atas kanvas.

"Bocah pinggiran Stasiun"oil /canvas 
karya: Herri Soedjarwanto
koleksi : seorang boss BNI pusat Jakarta




Sekumpulan anak jalanan  di sebuah stasiun, ada penjual koran, penjaja es lilin, dan seorang bocah penyemir sepatu yang sedang menghisap rokoknya. Koran di tangan si anak bertanggal 23 Juli , dan terdapat logo Hari Anak Nasional…. Jam di stasiun menunjuk pukul 08:20 pagi, saat dimana seharusnya anak-anak sedang bersekolah. Di latar depan ada sobekan koran bertuliskan "..Saya Anak Indonesia…".. terbuang dalam  kotak sampah…
Selamat datang di weblog "Pelukis Realis Indonesia ~karya dan  cerita seputar lukisan realis herri soedjarwanto" (ini postingan perdana)
Dalam blog ini, rencananya saya akan coba memuat gambar maupun lukisan karya saya yang bersifat "catatan harian" atau yang bercerita ( narative ), beserta kisah cerita diseputar lahirnya karya lukisan tersebut. Contohnya ..ya.. seperti "Bocah pinggiran Stasiun" itulah..
Namun begitu, tak menutup kemungkinan, lukisan-lukisan lain seperti  potrait , pemandangan dan sebagainya, akan dimuat juga sebagai pelengkap.. Sebisa-bisa saya usahakan agar bisa urut..  Selain itu  blog ini juga akan memuat tulisan ringan soal seni lukis,.. terutama.. realisme. Diharapkan Anda ikut nenyumbang komentar, ikut bertanya maupun menjawab di FORUM. Itu akan sangat membantu arah posting apa yang paling dibutuhkan. 

Kenapa kok "Catatan Harian" ?... yah..memang ada akar sejarahnya....
Sejak bocah di TK saya sudah sangat suka menggambar, 'mencatat' apa saja yang saya lihat, saya alami, saya rasakan, saya pikirkan atau angankan.. Kertas, buku , kurang dapat menampung banyaknya 'catatan' ( gambar ) yang berupa corat-coret itu. Maka dinding....lantai.... baik di sekolah maupun di rumah,  yang luasnya  belasan meterpun menjadi sasaran ...penuh dengan gambar-gambar 'indah' menurut saya,..... tapi menurut guru dan orang tua.. itu mengotori dinding dan lantai.. ..yang membuat saya dihukum untuk membersihkannya...

Ternyata sampai puluhan tahun kemudian kebiasaan " membuat catatan harian" dengan gambar, dan juga lukisan itu masih tetap terus berlanjut.. bahkan sampai sekarang.. 

OK selamat datang .. semoga bermanfaat...jangan lupa tulis coment Anda, atau sekedar isi buku tamu... terimakasih .... Salam budaya ....!

Apa Rahasia / Langkah Awal Mendasar untuk menjadi Pelukis..?

(dari Forum SOAL JAWAB diskusi LUKISAN, MELUKIS dll) 
Apa saja langkah-langkah untuk menjadi pelukis.?
Herri Soedjarwanto melangkah pulang dari
melukis pemandangan di desa Pejeng Bali

Syarat / langkah pertama dan utama untuk menjadi pelukis adalah : harus bisa melukis…!! (setelah  bisa melukis terserah Anda mau menjadi pelukis atau sekedar hobi saja..)


 Untuk bisa melukis  ada beberapa hal yang harus  dikuasai dan dilatih terus menerus .
Perhatikan dan pahami baik-baik apa rahasia lukisan / rahasia melukis / rahasia menjadi pelukis  dibawah ini:

(A) -- Sebuah lukisan dibangun oleh  beberapa unsur penunjang yang saling terkait dan saling mempengaruhi, yang  terlahir  dari kematangan skill tertentu,  yaitu: